Gedung Baru Rp 21 Miliar, RSJ Bali Bikin Tempat Rehabilitasi Pengguna Narkoba

Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali (RSJP Bali) Bangli tengah membangun satu gedung baru

Gedung Baru Rp 21 Miliar, RSJ Bali Bikin Tempat Rehabilitasi Pengguna Narkoba
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
GEDUNG BARU - Para pekerja saat membangun gedung baru RSJP Bali di Bangli, Selasa (23/7/2019). Gedung Baru Rp 21 Miliar, RSJ Bali Bikin Tempat Rehabilitasi Pengguna Narkoba 

Gedung Baru Rp 21 Miliar, RSJ Bali Bikin Tempat Rehabilitasi Pengguna Narkoba

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Berita Bangli hari ini, Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali (RSJP Bali) Bangli tengah membangun satu gedung baru.

Penambahan satu gedung baru ini, salah satu tujuannya sarana penunjang tempat rehabilitasi narkotika.

Direktur RSJP Bali, Dewa Gde Basudewa, menjelaskan, gedung tersebut dibangun pada lahan seluas 1,2 hektare di lahan sebelah selatan RSJP Bali.

Ia juga mengatakan, pembangunan sarana penunjang ini telah sesuai standar tempat rehabilitasi, yang didesain oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Pembangunannya sudah dimulai sejak 24 Juni,” ujarnya Selasa (23/7/2019).

Lanjut Basudewa, sejatinya RSJP Bali telah memiliki sarana penunjang rehabilitasi narkotika. Namun demikian, tempat rehabilitasi sebelumnya cenderung menyerupai standar ruangan rawat inap, bagi pasien gangguan jiwa biasa.

Disamping itu, sarana penunjang sebelumnya juga lengkap dan belum sesuai standar yang diatur dalam UU No 18 tahun 2014, tentang kesehatan jiwa.

Standar yang dimaksud dalam UU tersebut, tercantum pada pasal 54. Dimana pada salah satu ayat, jelas Basudewa, menyebutkan, rumah sakit jiwa harus menyiapkan sekurang-kurangnya 10 persen tempat tidurnya, untuk perawatan rehab narkotika.

Kulineran Bareng Keluarga di DIFF II, Nikmati Makanan Nusantara dari Gudeg hingga Lontong Medan

Terjerat Pinjaman Online & Baru Sehari Nunggak, Wanita Ini Dilecehkan & Diiklankan Buat Lunasi Utang

“10 persen itu dari total jumlah bed yang tersedia. Jadi undang-undang mengharuskan kami menyiapkan standar tempat perawatan, yang sifatnya harus dibedakan antara laki-laki dan perempuan,” jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved