Umanis Galungan, Usaha Penyewaan Kano di Pantai Sanur Sepi Pelanggan

walaupun dalam suasana Umanis Galungan dan seharusnya banyak yang berwisata ke Pantai Sanur, akan tetapi penyewaan kano lesu penyewa

Umanis Galungan, Usaha Penyewaan Kano di Pantai Sanur Sepi Pelanggan
Tribun Bali/I Putu Supartika
Penyewaan kano di Pantai Sanur sepi pengunjung, Kamis (25/7/2019). Umanis Galungan, Usaha Penyewaan Kano di Pantai Sanur Sepi Pelanggan 

Umanis Galungan, Usaha Penyewaan Kano di Pantai Sanur Sepi Pelanggan

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, SANUR - Berita Sanur hari ini, walaupun dalam suasana Umanis Galungan dan seharusnya banyak yang berwisata ke Pantai Sanur, akan tetapi penyewaan kano lesu penyewa.

Hal itu terlihat pada Kamis (25/7/2019) siang.

Usaha penyewaan kano milik Ediyanto yang berada di Pantai Sanur terlihat sepi.

Saat Tribun Bali ke penyewaan kano miliknya, kano yang dijajarkan di atas pasir itu tak ada yang menyentuh.

Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 25 Juli 2019: Taurus Jaga Kesehatan, Fokus Pada Dirimu Scorpio

Sapinya Mati dengan Perut Berlubang, Wayan Baru Sebut Ulah Manusia yang Sedang Belajar Ilmu Hitam

Setelah beberapa saat baru ada sekelompok pemuda yang datang, namun hanya menyewa dua kano.

"Sepi sekali ini, cuacanya kelabu, ombaknya tidak bagus, tidak tenang," kata Ediyanto.

Menurut pengakuannya, sepinya penyewaan kano ini sudah terjadi sejak 2 tahun lalu.

Biasanya dalam sehari ia bisa menyewakan minimal 20 kano, namun kini hanya 5 kano.

Liverpool Mengakhiri Tur Pramusim di Amerika Serikat Tanpa Meraih Kemenangan

Pressure Bobotoh & Duel Bigmatch Persib Bandung vs Bali United, Coach Teco Tak Gentar

"Beda kondisinya dengan sebelum dua tahun lalu. Tapi sekarang yang paling parah. Kemarin cuma dapat 5 kano, sekarang baru 4. Dulu sesepi-sepinya dapat 20 kano," katanya.

Dirinya mengaku telah melakoni usaha penyewaan kano ini sejak 20 tahun lalu. Satu kano disewakan seharga Rp 20 ribu.

Selain dikarenakan cuaca, sepinya penyewaan kano ini dikarenakan situasi ekonomi yang lesu.

"Semua mengeluh, pengusaha kecil juga banyak ngeluh. Apa-apa mahal, ya mau gimana lagi, jalani aja. Soalnya dari dulu hidup saya bergantung pada laut," imbuhnya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved