Volume Sampah di Karangasem Meningkat Saat Galungan, Diprediksi hingga 900 Meter Kubik per Hari

Volume sampah baik organik maupun non organik, di Karangasem meningkat drastis sejak sebelum Galungan, dan diprediksi hingga Kuningan

Volume Sampah di Karangasem Meningkat Saat Galungan, Diprediksi hingga 900 Meter Kubik per Hari
Tribun Bali/Saiful Rohim
Tempat sampah di Jalan Raya Nenas, Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali, Rabu (24/7/2019). Seorang warga tampak membuang sampah. Volume Sampah di Karangasem Meningkat Saat Galungan, Diprediksi hingga 900 Meter Kubik per Hari 

Volume Sampah di Karangasem Meningkat Saat Galungan, Diprediksi hingga 900 Meter Kubik per Hari

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Berita Karangasem hari ini, volume sampah baik organik maupun non organik, di Karangasem meningkat drastis sejak sebelum Galungan, dan diprediksi hingga Kuningan.

Peningkatan volume sampah terjadi di beberapa titik di Karangasem. Seperti di Jalan Nenas, Sudirman, A Yani, dan Ngurah Rai.

Nyoman Widi warga Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem mengaku peningkatan sampah sebelum dan saat Galungan sudah biasa terjadi. Seperti sampah canang, janur, daun dan plastik.

Beberapa tempat sampah pun penuh, bahkan hingga berserakan di pinggir jalan karena diberantakkan anjing liar di sekitar.

"Sampah meningkat sejak dua hari lalu. Petugas kebersihan sigap mengatasi. Sekarang sampah sudah kosong dibawa ke TPA Lingasana di Buana Giri, Kecamatan Bebandem," ungkap I Nyoman Widi, siang kemarin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, I Gede Ngurah Yudiantara mengaku belum mengetahui berapa volume peningkatan sampah. Pihaknya masih beerkoordinasi dengan mandor.

"Peningkatan pasti. Berapa meningkatnya belum tahu detail," ungkap Gede Ngurah Yudiantara, mantan Kepala Dinas Koperasi & UMKM.

Bercermin dari tahun sebelumnya, biasanya jumlah sampah meningkat dua sampai tiga kali lipat saat Hari Raya Galungan & Kuningan.

Hari biasa jumlah sampah sekitar 300 meter kubik, sedangkan saat hari raya jumlah sampah bisa mencapai 700 hingga 900 meter kubik setiap harinya.

Biasanya petugas mengangkut sampah 2 sampai 3 kali dalam sehari menjelang hari raya dan saat Galungan serta Kuningan.

Sampah dikirim ke tempat proses akhir sampah (TPA) di Buana Giri. Sampah di sekitar Kota Amlapura bisa ditanggulangi walaupun dalam kondisi Hari Raya Galungan.

Pantauan Tribun Bali di lapangan, sampah terlihat berserakan di pinggir jalan saat pagi hari. Seperti di Kelurahan Krangasem, Subagan, dan Padang Kerta.

Sampah juga terlihat berserakan di beberapa desa di Kecamatan Abang dan Bebandem. Biasanya sampah diangkut petugas siang hari.

(*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved