Program Mitigasi Bencana Direncanakan Masuk Kurikulum Pendidikan

Bali yang masuk daerah rawan bencana dan kawasan ring off fire dinilai penting memasukkan program mitigasi bencana dalam kurikulum pendidikan

Program Mitigasi Bencana Direncanakan Masuk Kurikulum Pendidikan
Tribun Bali/Rizal Fanany
Berlatih Evakuasi – Suasana simulasi kesiapsiagaan bencana di SMP Negeri 3 Denpasar, Jumat (27/4/2019). Program Mitigasi Bencana Direncanakan Masuk Kurikulum Pendidikan 

Program Mitigasi Bencana Direncanakan Masuk Kurikulum Pendidikan

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Beberapa hari terakhir, Bali menjadi salah satu daerah langganan terjadinya gempa tektonik.

Gempa berkekuatan 5,9 SR pada Selasa (16/7/2019) lalu telah menimbulkan beberapa kerusakan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat ada 27 bangunan rusak dan 5 orang luka-luka saat gempa terjadi.

Selain itu, gempa juga mengguncang Bali saat perayaan Hari Raya Galungan, Rabu (24/7/2019), dengan kekuatan 4,9 SR.

Bali yang masuk sebagai daerah rawan bencana dan masuk kawasan ring off fire dinilai penting memasukkan program mitigasi bencana dalam kurikulum pendidikan.

Dunia pendidikan adalah lembaga yang tepat untuk sosialisasi tentang kesiapsiagaan maupun penanggulangan bencana, serta simulasi untuk melatih dan membiasakan diri saat menghadapi bencana.

"Menurut kami, lembaga pendidikan adalah lembaga yang sangat efektif untuk simulasi dan sosialisasi mitigasi bencana," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bali Made Rentin, Jumat (26/7/2019).

Rentin menuturkan, selama ini dirinya sering menjadi pembicara dalam latihan dasar aparatur sipil negara (ASN) golongan III, yang sebagian besar adalah guru sekolah, baik SD hingga SMA/SMK di seluruh Bali.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved