Capai 500 Ton Per Harinya, Volume Sampah di Denpasar Meningkat 40 Persen Selama Perayaan Galungan

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, peningkatan volume sampah ini terakumulasi selama tujuh hari.

Capai 500 Ton Per Harinya, Volume Sampah di Denpasar Meningkat 40 Persen Selama Perayaan Galungan
Tribun Bali/Hisyam Mudin
Dok. Tribun Bali - Sejumlah petugas DLHK yang mengenakan seragam berwarna hijau saat sedang membersihkan sampah. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Volume sampah di Denpasar pasca perayaan Galungan meningkat 40 persen.

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, peningkatan volume sampah ini terakumulasi selama tujuh hari dari rentang waktu Jumat 19 Juli-25 Juli 2019.

Selama kurun itu, jumlah sampah mencapai 400 hingga 500 ton per harinya. Jumlah ini meningkat pesat dibandingkan hari biasa yang hanya mencapai 160-200 ton per hari.

Kepala DLHK Kota Denpasar, I Ketut Wisada menjelaskan lonjakan sampah kali ini didominasi bahan organik berupa sampah sisa upacara dari rangkaian janur.

Kendati begitu, lonjakan volume sampah memang cenderung meningkat saat hari besar keagamaan.

Wisada mengintensifkan seluruh personel dengan pola penambahan jam kerja atau sistem lembur.

Adapun terdapat sedikitnya 13 TPS dan 1.450 tenaga kebersihan yang disiagakan bersama 40 armada truk yang dibantu truk moci di masing-masing kecamatan dan desa/kelurahan.

“Kami bersinergi dengan semua elemen hingga desa/lurah guna menangani sampah hari besar keagamaan yakni Galungan, Kuningan ini,” jelasnya, Jumat (26/7/2019).

Wisada mengimbau masyarakat untuk turut andil meminimalisir jumlah sampah saat hari raya. Hal ini dapat dilakukan dengan pemilahan sampah organik dan anorganik sebelum dibuang.

“Kami turut mengajak masyarakat untuk andil dalam menjaga kebersihan dengan memilah dan membuang sampah sesuai dengan jam yang dianjurkan oleh swakelola sampah sehingga tidak menumpuk di pinggir jalan. Kerjasama ini sangat penting menuju Kota Denpasar yang bersih dan asri,” pungkasnya.

Selain itu, diimbau pada masyarakat ke depannya untuk menjaga kebersihan Kota Denpasar.

Terlebih lagi telah ada Perwali tentang tata cara pengelolaan sampah yaitu Peraturan Walikota No 11 tahun 2016 tentang Tata Cara Pengelolaan dan Pembuangan Sampah di Kota Denpasar yang Berbasis Lingkungan.

Dikatakan dalam Perwali itu masyarakat Kota Denpasar dilarang menaruh sampah di depan rumah, telajakan, pinggir jalan, dan di atas trotoar.

"Bagi warga masyarakat yang melanggar Perwali ini bisa dikenakan sanksi sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2015 tentang Kebersihan. Tak main-main, denda yang diberikan maksimal hingga Rp 50 juta atau kurungan penjara selama tiga bulan," katanya. (*)

Penulis: eurazmy
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved