Kerap Macet di Banjar Nyuh Nusa Penida, Bupati Suwirta Rencanakan Bangun Jalan Lingkar

Melihat langsung kemacetan tersebut, Suwirta akan mencoba untuk kembali mengusulkan jalan lingkar di Pelabuhan Banjar Nyuh.

Kerap Macet di Banjar Nyuh Nusa Penida, Bupati Suwirta Rencanakan Bangun Jalan Lingkar
Istimewa
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta ketika memeninjau lahan untuk rencana Jalan Banjar Nyuh, Nusa Penida, Jumat (26/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Kemacetan kini menjadi polemik, di saat pariwisata terus berkembang di Nusa Penida.

Seperti yang terjadi di ruas jalan di Pelabuhan Banjar Nyuh, Nusa Penida, Jumat (26/7/2019). Kondisi arus lalu lintas menjadi semakin padat, pasca diberlakukannya pemungutan retribusi kepada WNA di lokasi tersebut.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta pun tidak menampik hal tersebut. Menurutnya, seiring perkembangan pariwisata yang semakin pesat di Nusa Penida, ruas jalan di Banjar Nyuh Nusa Penida memang menjadi kacau.

Ini juga dikarenakan mobil travel jumlahnya kian banyak. Terlebih lagi, pemungutan retribusi bagi wisatawan masih dilakukan secara manual.

Hal ini membuat proses pemungkutan membutuhkan waktu yang tak singkat, sehingga berdampak pada arus kendaraan.

"Kalau kondisinya seperti ini, kemacetan memang tidak dapat terhindarkan," ungkap Suwirta

Melihat langsung kemacetan tersebut, Suwirta akan mencoba untuk kembali mengusulkan jalan lingkar di Pelabuhan Banjar Nyuh.

Hal ini diharapakan mampu mengurai kemacetan, dan mengurangi kekroditan di ruas jalan pelabuhan Banjar Nyuh.

Sebagai tahap awal dari rencana ini, pihaknya akan melakukan pendataan tanah-tanah milik negara, agar bisa dimanfaatkan sebagai alternatif jalan lingkar.

"Jalan lingkar ini juga solusi dari kemacetan yang ada di Pelabuhan Banjar Nyuh. Terkait lahan, akan kami data tanah negara yang bisa digunakan sehingga tidak macet lagi,” ujar Suwirta.

Selain masalah kemacetan, Suwirta juga menyoroti warung-warung dan pasar yang ada di Pelabuhan Banjar Nyuh.

Pihaknya meminta Perbekel Desa Ped memanfaatkan Bumdes, untuk mengelola Pasar banjar Nyuh.

Bangunan-bangunan pasar yang tidak digunakan, bisa dimanfaatkan sebagai warung maupun restoran agar seluruh pedagang menjadi satu tempat area.

Selain makanan, di pasar tersebut juga diminta untuk menjual kerajinan dan barang khas Nusa Penida, sehingga menjadi sarana promosi untuk wisatawan.

"Dengan demikian, wisatawan yang menunggu boat maupun yang menunggu jemputan agen travel bisa melihat-lihat dan berbelanja di pasar tersebut," jelas Suwirta. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved