Serba Serbi

Selama 42 Hari Rangkaian Hari Raya Galungan Tak Ada Dewasa Menikah, Jika Memaksa?

Selama perayaan Galungan & Kuningan bahkan hingga wuku Pahang tak ada hari baik atau dewasa untuk melakukan upacara pernikahan. Lamanya yakni 42 hari

Selama 42 Hari Rangkaian Hari Raya Galungan Tak Ada Dewasa Menikah, Jika Memaksa?
Facebook.com/ Wahyu Hariyanti
Ilustrasi pawiwahan atau pernikahan adat Bali. Selama 42 Hari Rangakaian Hari Raya Galungan Tak Ada Dewasa Menikah, Jika Memaksa? 

Selama 42 Hari Rangakaian Hari Raya Galungan Tak Ada Dewasa Menikah, Jika Memaksa?

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selama perayaan Galungan dan Kuningan bahkan hingga wuku Pahang tak ada hari baik atau dewasa untuk melakukan upacara pernikahan. Lamanya yakni 42 hari.

21 hari sebelum Hari Raya Galungan merupakan batas akhir untuk seseorang melakukan upacara pernikahan.

Setelah itu, sampai dengan Rabu Kliwon Pahang atau biasa disebut Pegatwakan tidak ada lagi dewasa atau hari baik untuk melangsungkan upacara pernikahan.

Menurut Wakil Ketua PHDI Bali, Pinandita Ketut Pasek Swastika, saat 21 hari sebelum Galungan atau yang disebut selikur dina Galungan banyak orang yang melangsungkan upacara pernikahan.

Menurutnya, ada lima alasan kenapa banyak orang yang menikah pada saat 21 hari sebelum Galungan.

"Pertama hal itu merupakan dresta atau kebiasaan di Bali bahwa 21 Galungan merupakan batas waktu orang melangsungkan upacara pernikahan. Sehingga sebelum itu hingga saat 21 hari sebelum Galungan banyak orang yang akan melangsungkan pernikahan," katanya.

Bus KPK Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi Kunjungi Buleleng, Ada Kegiatan Apa Saja Hari Ini?

Semak dan Rumput Liar Tutupi Areal Parkir DTW Bedugul

Kedua, pelaksanaan pernikahan sebelum Galungan ini erat kaitannya dengan upacara mepinton atau melapor secara niskala kepada Bhatara Kawitan.

Mepinton ini dilaksanakan melalui merajan, Pura Pemaksan, Pura Dadia, Pura Panti dan Pura Kawitan, juga Pura Kahyangan Tiga atau pura lain yang ditunjuk sesuai keberadaan di daerah masing-masing.

Sebelum mepinton dilaksanakan upacara makalakalaan dan widiwidana di Sanggah Pakamulan yang selanjutnya adalah mepinton.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved