Setelah Penangkapan ASN Nyabu di Ruang Arsip, Satpol PP Bangli Amankan Semua Kunci Kantor

Semua bagian, unit dan OPD di lingkup Pemkab Bangli kini diwajibkan menitipkan kunci ruangan kepada petugas jaga Satpol PP setelah jam kerja.

Setelah Penangkapan ASN Nyabu di Ruang Arsip, Satpol PP Bangli Amankan Semua Kunci Kantor
Tribun Bali/Fredey Mercury
Petugas jaga Satpol PP Bangli ketika menunjukkan penitipan kunci ruang kantor Setda Bangli. Jumat (26/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI –  Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bangli kembali mempertetat akses masuk  ASN ke ruangan kantor.

Aturan ini merespons penangkapan I Nengah Muliartawan alias Sangut, oknum ASN  yang terjerat kasus narkoba.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bangli, Ida Bagus Giri Putra  mengatakan, sejak Jumat (26/7/2019), semua bagian, unit  dan OPD di lingkup Pemkab Bangli wajib menitipkan kunci ruangan kepada petugas jaga Satpol PP setelah jam kerja.

Bagi pegawai yang melaksanakan kegiatan kantor di luar jam kerja, baik lembur atau kegiatan lain yang mendesak harus melapor kepada petugas jaga Satpol PP.

Dengan demikian kegiatannya dipantau  Satpol PP.

“Seluruh kunci yang telah diserahkan ke pos jaga, malam harinya akan kami lakukan pengecekan di masing-masing ruangan. Penitipan kunci disertai buku tamu berisi nama pegawai yang  ambil kunci tersebut. Ini tidak hanya antisipasi pemanfaatan ruang kosong untuk hal yang tidak baik, tetapi juga pengamanan dokumen-dokumen negara," katanya.

Seorang PNS Rutin Nyabu di Kantor Pemkab, Ngaku Pakai Narkoba Setelah Jam Ngantor

Giri Putra mengungkapkan, sesuai SOP kunci seluruh ruangan kantor wajib dititipkan di pos Satpol PP.

Namun dengan banyak  lembur yang sifatnya mendadak, hingga pegawai lupa menyerahkan kembali kunci ruangan. Hal itu dimanfaatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kini bermasalah dengan narkoba.

Di sisi lain, Giri Putra prihatin dan tidak menyangka ada oknum ASN yang berlaku seperti itu. Padahal kesejahteraan ASN terus meningkat. 

“Seolah-olah kesejahteraan yang diberikan oleh pemerintah sudah tidak bermakna. Seolah-olah kurang. Mestinya kita selalu belajar pengeluaran didasari kesesuaian dengan pendapatan yang dimiliki,” ucapnya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved