Taman Pecangakan Jembrana Dikritik Warga: Tamannya Bagus tapi Tidak Terawat

Perawatan Taman Pecangakan di depan Kantor Bupati Jembrana, dikritik warga karena tidak terawat

Taman Pecangakan Jembrana Dikritik Warga: Tamannya Bagus tapi Tidak Terawat
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Kondisi dan suasana Taman Pecangakan Depan Kantor Bupati Jembrana, Jumat (26/7/2019). Taman Pecangakan Jembrana Dikritik Warga: Tamannya Bagus tapi Tidak Terawat 

Taman Pecangakan Jembrana Dikritik Warga: Tamannya Bagus tapi Tidak Terawat

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Perawatan Taman Pecangakan di depan Kantor Bupati Jembrana, dikritik warga karena tidak terawat.

Taman Pecangakan yang menjadi ikon Bumi Makepung itu mendapat kritikan karena banyak sampah dan kotoran dedaunan kering tidak dibersihkan.

Salah seorang warga Pendem, Kecamatan Negara, Made Wirawan menyatakan, Pemkab Jembrana sering menggaungkan penataan ruang terbuka hijau bagi masyarakat.

Singkatnya banyak membanggakan adanya fasilitas umum (fasum) yang telah dikembangkan. Sayangnya saat ini terkesan terbengkalai dan tak terawat.

"Sayang, tamannya bagus namun tak terawat. Harusnya ada petugas yang rutin bersih-bersih di sini," kata Made Wirawan seorang warga Pendem, Jumat (26/7/2019).

Pantauan Tribun Bali, Taman Pecangakan ini tampak kotor dan tak terawat. Bahkan disebut-sebut kondisi ini sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu.

Beberapa tong sampah yang disediakan sudah penuh dengan sampah. Namun belum diangkut untuk dibuang ke TPA.

Padahal, hal ini semestinya segera dilakukan oleh Pemkab Jembrana. Bahkan ada bak penuh berisi sampah sampai terguling dan kotor.

Belum lagi, dedaunan kering tampak berserakan dan terlihat seperti jarang disapu dan dibersihkan. Banyak tanaman yang tumbuh di areal Taman Pecangakan juga tampak tak terawat.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana, Wayan Sudiarta menyatakan pihaknya melakukan perawat di dalam halaman kantor bupati dulu. Sedangkan di Taman Pecangakan menyusul setelah selesai di kantor bupati. Sehingga memang perawatan dilakukan tahap demi tahap.

"Kami melakukan perawatan di dalam kantor bupati dahulu. Yang luar menyusul," ujarnya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved