Terapi Hiperbarik Bisa Tingkatkan Volume Kesuburan, Cocok untuk Pasangan yang Susah Miliki Keturunan

dr. Titut Harnanik menyebutkan bahwa hiperbarik merupakan metode pengobatan dengan memberikan oksigen murni di dalam chamber atau ruangan khusus

Terapi Hiperbarik Bisa Tingkatkan Volume Kesuburan, Cocok untuk Pasangan yang Susah Miliki Keturunan
TRIBUN BALI/M FIRDIAN SANI
dr. Gede Ngurah Buana, M. Kes selaku Direktur Rumah Sakit Kasih Ibu Saba sedang berada di samping alat terapi hiperbarik chamber 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terapi hiperbarik mulai diperkenalkan di Indonesia, tidak terkecuali di Bali.

Rumah Sakit Kasih Ibu Saba, Gianyar telah memiliki alat chamber yang biasa digunakan untuk terapi hiperbarik.

Alat itu telah resmi dilaunching pada tanggal 17 Juli 2019 lalu.

Dalam sebuah kesempatan, Rumah Sakit Kasih Ibu adakan seminar bertajuk "Medis Hyperbaric", di Aula Rumah Sakit Kasih Ibu Saba, Sabtu (27/7/2019).

Salah satu narasumber, dr. Titut Harnanik menyebutkan bahwa hiperbarik merupakan metode pengobatan dengan memberikan oksigen murni di dalam chamber atau ruangan khusus bertekanan udara tinggi, untuk dihirup pasien.

dr. Titut Harnanik, M.Kes saat menjadi narasumber dalam acara seminar di Rumah Sakit Kasih Ibu Saba, Gianyar, Bali, Sabtu (27/7/2019).
dr. Titut Harnanik, M.Kes saat menjadi narasumber dalam acara seminar di Rumah Sakit Kasih Ibu Saba, Gianyar, Bali, Sabtu (27/7/2019). (Tribun Bali/M. Firdian Sani)

Oksigen murni sangat baik bagi tubuh, sehingga dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

"Hiperbarik itu pemberian udara tapi diperkaya dengan oksigen, jadi kalau di udara biasa oksigennya 21 persen, kemudian ini diganti lebih dari 21 persen, jadi bisa macem-macem bisa 40 persen, 70 persen, bahkan bisa 100 persen. Berapa besar persennya itu tergantung kasus penyakitnya," katanya.

Ia menyarankan sebaiknya 100 persen karena lebih efektif. Namun pada kasus tertentu memang tidak harus 100 persen.

Sistem kerja alat ini ialah dengan memasukan pasien ke dalam chamber kemudian diberi tekanan udara tinggi yang menghasilkan oksigen murni selama kurun waktu 3 kali 30 menit.

Menggunakan tekanan tinggi lebih dari 2 ATA atau sekitar 15 meter di bawah permukaan.

Halaman
12
Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved