Warganet Ungkap Kecurangan di SPBU Jembrana Ini, Pengisian Premium Dihentikan Sementara

Petugas mendatangi SPBU yang berada di Jalan Denpasar-Gilimanuk tersebut. Terungkap memang tidak sesuai ambang batas toleransi.

Warganet Ungkap Kecurangan di SPBU Jembrana Ini, Pengisian Premium Dihentikan Sementara
Diskoperindag Jembrana
Petugas mengecek ke SPBU yang berlokasi di wialayah Batu Karung, Kecamatan Melaya, Jumat (26/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pelayanan penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di sebuah pertamian di daerah Batu Karung, Kecamatan Melaya menjadi perbicangan hangat di media sosial Facebook.

Akun atas nama Aditya Putra mengeluhkan penjualan premium yang jauh dari takaran normal.

Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Jembrana, kemudian memastikan informasi tersebut, Jumat (26/7/2019).

Petugas mendatangi SPBU yang berada di Jalan Denpasar-Gilimanuk tersebut. Terungkap memang tidak sesuai ambang batas toleransi.

Kepala Dinas Koperindag Jembrana, I Komang Agus Adinata mengatakan, petugas melakukan pengecekan dalam bejana ukur 20 liter. Bejana itu dibawa ke SPBU yang dikeluhkan warga.

Pada saat ditakar, pengisian premium hasilnya berbeda dengan hasil pengecekan terakhir, bulan April lalu.

Seharusnya batas toleransinya 0,65 mililiter. Namun hasil pengecekan dengan bejana ukur 0,100 mililiter, hasil melebihi batas toleransi.

"Ini memang artinya kurang karena melebihi dari ambang batas yang disyaratkan. Tidak sampai literan," ucapnya.

Adinata menegaskan, atas keluhan konsumen itu, pihaknya sudah menindindaklanjuti dengan pengecekan takaran premium dan BBM yang disediakan SPBU.

"Intinya memang ada takaran yang melebihi ambang batas toleransi," tegasnya.

Atas hal tersebut, untuk sementara pengisian premium di SPBU tersebut dihentikan.

Pihaknya berkoordinasi dengan UPTD Metrologi Legal Buleleng untuk dilakukan pengecekan dan tera ulang. Untuk pengisian BBM lainnya boleh digunakan.

"Sementara disetop dulu yang belum sesuai takaran (premiumnya)," bebernya.

Akun atas nama Aditya Putra sebelumnya memposting kejanggalan yang terjadi di SPBU tersebut.

Ia mengaku membeli premium sebesar Rp 100 ribu. Namun hanya mendapat dua setrip dari biasanya mendapat enam setrip. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved