Made Juni Bantu Usaha Handmade Dikenal Pasar, Nisunyaswari Wadahi Perempuan Berkarya

Nisunyaswari adalah kelompok yang mengakomodasi beberapa usaha handmade untuk membantu mempublikasikan produk yang dihasilkan

Made Juni Bantu Usaha Handmade Dikenal Pasar, Nisunyaswari Wadahi Perempuan Berkarya
Tribun Bali/Meika Pestaria Tumanggor
Owner dan founder Nisunyaswari, Made Juni Indah Suputri menunjukkan salah satu produk handmade di bazar Lippo Mall Kuta, Minggu (28/7/2019). Made Juni Bantu Usaha Handmade Dikenal Pasar, Nisunyaswari Wadahi Perempuan Berkarya 

Made Juni Bantu Usaha Handmade Dikenal Pasar, Nisunyaswari Wadahi Perempuan Berkarya

Laporan Wartawan Tribun Bali, Meika Pestaria Tumanggor

TRIBUN-BALI.COM, KUTA - Pada bazar produk di Lippo Mall Kuta, Minggu (28/7/2019), turut diisi oleh Nisunyaswari.

Nisunyaswari adalah kelompok yang mengakomodasi beberapa usaha handmade untuk membantu mempublikasikan produk yang dihasilkan.

Owner dan founder Nisunyaswari, Made Juni Indah Suputri mengatakan, ide membuat kelompok ini berawal dari gerakan anti plastik yang diikutinya.

"Dulu pernah ikut gerakan anti plastik. Lalu saya ketemu penjahit yang kurang beruntung dan pengen bantu dia. Selain itu pengen merangkul teman-teman perempuan untuk bisa menghasilkan karya," kata Juni.

Produk yang dijual Nisunyaswari.
Produk yang dijual Nisunyaswari. (Tribun Bali/Meika Pestaria Tumanggor)

"Nisunyaswari juga mengusung Tri Hita Karana. Produk yang dibuat dipersembahkan untuk sesama, dan berkontribusi untuk alam karena produk yang dihasilkan seluruhnya ramah lingkungan," kata Juni melanjutkan.

Dibentuk pada April 2019, Nisunyaswari telah memasarkan secara online tiga bidang usaha, yang meliputi tas pakai ulang, recycle book dari jerami dan cardigan etnik.

Produk yang dijual Nisunyaswari.
Produk yang dijual Nisunyaswari. (Tribun Bali/Meika Pestaria Tumanggor)

Harga yang ditawarkan untuk recycle book berukuran kecil Rp 35 ribu, medium Rp 50 ribu dan besar Rp 85 ribu. Untuk cardigan mulai dari Rp 80 ribu hingga Rp 180 ribu. Sedangkan untuk tas pakai ulang berkisar antara Rp 15 ribu hingga Rp 70 ribu.

Juni juga menerapkan konsep meski berbisnis tetapi juga memiliki dampak untuk kehidupan sosial. Sehingga 30 persen dari dari penjualannya didonasikan kepada Yayasan Seva Buana untuk biaya sterilisasi anjing.

"Kami juga bekerjasama dengan Yayasan Seva Buana, di mana 30 persen dari hasil penjualan akan digunakan untuk biaya sterilisasi anjing," ujar Juni.

(*)

Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved