Pelaku Usaha di Badung Diminta Gunakan Air PDAM

PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung meminta agar pelaku usaha pariwisata khususnya villa, hotel, dan lainnya untuk menggunakan air PDAM

Pelaku Usaha di Badung Diminta Gunakan Air PDAM
Ilustrasi pixabay.com
Ilustrasi - PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung meminta agar pelaku usaha pariwisata khususnya villa, hotel, dan lainnya untuk menggunakan air PDAM. 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Untuk meningkatkan jumlah pelanggannya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mangutama Kabupaten Badung meminta agar pelaku usaha pariwisata khususnya villa, hotel, dan lainnya untuk menggunakan air PDAM.

Pasalnya, kini banyak pelaku usaha di Kabupaten Badung  yang mengguanakan Air Bawah Tahan (ABT) atau sumur bor. Hal itu pun disebut bisa menyebabkan berkurangnya pasokan air dari PDAM saat musim kering.

Menindaklanjuti hal itu, PDAM Tirta Mangutama kini berancang-ancang menyiapkan payung hukum untuk melakukan kerja sama dengan pelaku usaha. Payung hukumnya kini masih menjadi pembahasan anggota dewan setempat.

"Dasar dari PDAM adalah Perumda dan sekarang sedang dilakukan pembahasan di jajaran Dewan. Setelah Perumda selesai maka akan dilakukan peraturan Bupati dan selanjutnya dilakukan peraturan direksi tentang peraturan perusahaan. Sehingga bisa dilakukan untuk melakukan kerjasama," ujar Direktur Teknik PDAM Tirta Mangutama, Wayan Suyasa, Sabtu (27/7/2019) kemarin.

Menurutnya, kerja sama yang akan dilakukan itu dalam bentuk pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat terlayani. Baik masyarakat rumah tangga maupun masyarakat bisnis.

"Jadi dalam hal ini kita berusaha melakukan pengurangan terhadap Air Bawah Tanah (ABT)," katanya.

Disinggung apakah PDAM akan melarang pelaku usaha untuk menggunakan air bawah tanah, pihaknya mengaku bahwa PDAM tidak punya hak untuk melakukan pelarangan.

Namun, yang jelas pihaknya mengaku yang punya regulasi dalam izin penggunaan AIr Bawah Tanah adalah Pemprov Bali.

"Kami sudah melakukan kordinasi dengan pihak provinsi terkait hal tersebut. Namun terkait berapa jumlah sumur yang digunakan oleh pelaku usaha di Badung belum kami kordinasikan," katanya.

Sementara itu, ia mengaku mengoptimalkan tim untuk turun ke lapangan menjaring lebih banyak pelanggan dari kalangan dunia usaha.

"Yang membutuhkan biaya besar itu pengolahan air sungai menjadi air minum. Apa lagi pemanfaatan air itu tidak hanya kita aja, tapi Damkar juga. Jadi kita tidak ingin banyak masyarakat atau pelaku usaha menggunakan ABT," pungkasnya.

Untuk diketahui, hingga bulan juni 2019, PDAM Tirtamangutama target penambahan pelanggan sudah mencapai 986 pelanggan baru.

Hingga akhir tahun 2019, PDAM Tirta Mangutama menarget sebanyak 2.000 pelanggan bisa terpenuhi. Kini PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung sudah memiliki 72.286 pelanggan tetap. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved