Puisi dan Esai

PUISI - Aroma Rumput Kering

Puisi-puisi Aroma Rumput Kering karya Faris Al Faisal, dan Kesedihan Kopi karya Muhammad Dafa berjudul

PUISI - Aroma Rumput Kering
Istimewa
Patung Dewi Sri berbahan dasar rajutan bambu di areal centre point Subak Jatiluwih, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Minggu (7/7/2019). PUISI - Aroma Rumput Kering 

Puisi-puisi Faris Al Faisal

Aroma Rumput Kering

Kulit tropis dan musim kemarau
Membakar padang ilalang
Tercium aroma rumput kering

Hanya seorang penggembala
Menghitung anak-anak domba
Adakah yang tersesat

Sebuah pondok
Tempat menyandarkan lelah
Tak perlu megah
Cukup menyembunyikan tubuh
Dari hujan dan matahari

Terlalu lama hujan menguji
Lihatlah napas burung bangau
Terengah di sawah
Lumpur telah mengeras
Tanah serupa batu
Ikan-ikan melompat ke danau

Bahagia saja
Karena angin tak pernah lelah berembus
Memberi kabar pada jiwa yang gersang
Tentang hujan dan tangan-tangan suci Mikail
Menggugah lagi hati yang terbenam

Indramayu, 2018

Kemegahan Desa

Jika kau dapat melihat dengan kekayaan hati
Maka kemegahan itu ada di desa
Pondok-pondok berlentera memancar di pekarangan hijau taman bermain
Udara bergerak bebas mengalir ke sungai bening dan kolam ikan
Siul burung melimpah ke jalan seperti butir padi, buah, dan sayur segar
Terhidang di tangkai tangan gadis dan perempuan desa

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved