Begini Kondisi 25 Korban Casting Sinetron Sajadah Cinta di Kota Kediri Jawa Timur

Sebab, tidak hanya kerugian finansial yang mencapai ratusan juta yang harus mereka alami tetapi juga sorotan sosial yang harus mereka tanggung.

Begini Kondisi 25 Korban Casting Sinetron Sajadah Cinta di Kota Kediri Jawa Timur
Ilustrasi 

Begini Kondisi 25 Korban Casting Sinetron Sajadah Cinta di Kota Kediri Jawa Timur

TRIBUN-BALI.COM, KEDIRI - Para korban casting sinetron Sajadah Cinta di Kota Kediri, Jawa Timur, tidak hanya merasa malu tetapi juga terpukul dengan penipuan yang menimpanya.

Sebab, tidak hanya kerugian finansial yang mencapai ratusan juta yang harus mereka alami tetapi juga sorotan sosial yang harus mereka tanggung.

"Kami sangat terpukul," ujar Nyonya Kris, salah seorang orangtua korban, Senin (29/7/2019). Bahkan, dia menambahkan, ada juga korban lainnya yang sampai menunda masa kuliahnya demi fokus memperjuangkan kesempatan bermain dalam sinetron itu.

Tergiur upah Rp 1,5 juta per episode Para korban awalnya semangat karena diiming-imingi jam tayang di televisi nasional, juga honor yang cukup menggiurkan.

Mereka para calon artis itu dijanjikan menerima upah kisaran Rp 1,5 juta tiap satu episode sinetron. Dalam waktu satu minggu, rencananya akan ada tiga kali episode. Sehingga jika satu bulan, maka di benak mereka akan lumayan besar honor yang diterima.

Kiper Persela Menanduk Pemain Borneo FC, Laga Selama 120 Menit Berakhir Imbang 2-2

Istri Gubernur Bali Minta Siapkan Bahan Display Nonplastik

"Ternyata gagal total," lanjut Nyonya Kris dengan nada geram. Sebelumnya diberitakan, puluhan orang di Kediri menjadi korban penipuan casting sinetron "Sajadah Cinta". Mereka dijanjikan sinetron itu akan tayang di stasiun televisi Trans7 dan ANTV.

Proses produksi sendiri sudah berjalan mulai bulan Mei yang lalu. Selama rentang waktu antara Mei-Juli 2019 sudah ada sembilan kali pengambilan gambar sinetron yang semuanya berlangsung di Kediri.

Namun nyatanya, sinetron yang dijanjikan akan tayang paling lambat pada 17 Juli itu, tidak ada satupun episode yang muncul di layar kaca.

Hal inilah yang membuat para korban curiga lalu melaporkannya kepada polisi. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menetapkan seorang tersangka, yakni Robby Sudarsono alias Bang Jay warga Bekasi.

Halaman
12
Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved