Cara SDN 1 Mambang Kurangi Plastik Sekali Pakai, Dari Ecobrick hingga Gelas Kaca

Semua siswa SDN 1 Mambang wajib memakai gelas minum berbahan kaca sebagai bentuk nyata pengurangan sampah plastik.

Cara SDN 1 Mambang Kurangi Plastik Sekali Pakai, Dari Ecobrick hingga Gelas Kaca
Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Siswa SDN 1 Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, menunjukkan gelas kaca belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Selain mengembangkan ecobrick, SDN 1 Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, juga memiliki cara kreatif lain sebagai bentuk nyata pengurangan sampah plastik.

Semua siswa wajib memakai gelas minum berbahan kaca.

Pihak sekolah menyatakan, hal ini bermula dari keprihatinan terhadap banyaknya sampah plastik.

Untuk mengurangi produksi sampah plastik, dalam hal ini minuman kemasan, sekolah mengeluarkan aturan penggunaan gelas kaca minuman.

"Awalnya karena keprihatinan terhadap banyaknya produksi sampah plastik khususnya sampah kemasan. Kemudian kami coba menerapkan aturan ini (penggunaan gelas kaca) untuk mengurangi produksi sampah plastik minimal di sekolah sendiri dulu," ujar guru pembina SDN 1 Mambang, I Wayan Budi Susila, Minggu (28/7/2019).

Gelas yang digunakan oleh para siswa ini dititipkan di sekolah. Sehingga siswa tidak perlu membawa dari rumah setiap hari.

Mereka memakai gelas ini saat membeli minuman di kantin sekolah.

"Selain sampah plastik kemasan, juga bisa mengurangi penggunaan pipet plastik. Gelas ini juga tetap diletakan di sekolah dan tentunya lebih higienis karena setelah digunakan pasti dicuci kemudian disimpan di tempat yang bersih," jelas Susila.

Perilaku ini, kata dia, merupakan salah wujud aplikasi pendidikan berbasis lingkungan. Selain itu untuk mendukung predikat sekolah yang menyandang status adiwiyata mandala.

"Jadi intinya bagaimana menciptakan siswa yang cinta dan peduli terhadap lingkungannya. Jika kami sudah terapkan di sekolah, nantinya akan bisa diterapkan di rumah," ucapnya.

Sebelumnya, selain membawa gelas kaca untuk pengurangan sampah plastik, SDN 1 mambang juga tengah mengembangkan produksi ecobrick.

Sekolah yang terletak di Kecamatan Selemadeg Timur ini berinovasi untuk melawan sampah plastik.

Sampah plastik di sekolah ini memang sudah diolah sejak beberapa tahun lalu. Namun kini, ecobrick digunakan di sekolah tersebut untuk tembok panyengker. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved