Coca-Cola Gelar Bali’s Big Eco Forum

Forum ini bertujuan mengembangkan solusi pengolahan sampah yang komprehensif dan berkelanjutan.

Coca-Cola Gelar Bali’s Big Eco Forum
istimewa
Diskusi Panel 2 Eco Forum Membahas Tentang Komitmen Pengelolaan Sampah Plastik, di Nusa Dua, Badung, Bali, 27 Juli 2019. 

Coca-Cola Gelar Bali’s Big Eco Forum

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Sampah plastik yang dihasilkan kemungkinan bertambah dari 1,3 miliar ton per tahun menjadi 2,2 miliar ton pada tahun 2025 jika tidak dikelola dengan benar.

Itu berdasarkan data yang diperoleh dari World Bank.

Di Indonesia, beberapa upaya terus dilakukan guna menciptakan proses pengolahan sampah yang efektif, salah satunya melalui Gerakan “Kemitraan Aksi Plastik Nasional” dan “Indonesia Bersih”.

Sebagai wujud kepedulian dan dalam rangka mendukung upaya pemerintah tersebut, Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) menggelar Bali’s Big Eco Forum dengan tema “Sustainability for Wonderful Indonesia” di Nusa Dua, Badung, Bali.

Forum ini bertujuan mengembangkan solusi pengolahan sampah yang komprehensif dan berkelanjutan, dengan berkolaborasi bersama pemerintah, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, komunitas dan industri.

Deputi IV Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Budaya Maritim, Safri Burhanuddin DEA, membuka forum tersebut bersama Director of Public Affairs, Communications & Sustainability Coca-Cola Amatil Indonesia Lucia Karina.

Hadir juga sebagai panelis dalam sesi diskusi panel, Dirjend Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Muhammad Hudori, Dirjen Industri Argo Kementerian Perindustrian Bapak Abdul Rochim, Chair Steering Board Indonesia National Plastic Action Partnership Mari Elka Pangestu, Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Ditjen Cipta karya Dodi Krispratmadi, Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Medrilzam, Kasubdit Barang dan Kemasan Direktorat Pengolahan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ujang Solihin Sidik, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Hariyadi Sukamdani, pihak Nahdathul Ulama Indonesia (NU) Imam Pituduh, Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI) Saharuddin Ridwan, serta Imam P Prasodjo dari Universitas Indonesia selaku moderator forum, Andari Kristanto dari Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, IDAA Warmadewanthi dari Departemen Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Sepuluh November, dan Emenda Sembiring dari Departemen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung selaku fasilitator kegiatan focus group discussion (FGD) forum.

FGD tersebut juga diiisi para narasumber yang berasal dari berbagai pemangku jabatan baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TPS 3 R, PT Pegadaian (Persero), industri, dan lembaga swadaya masyarakat: Packaging & Recycling Alliance for Indonesia Sustainable (PRAISE), Eco Bali, ASOBSI dan APDUPI.

“Selama lebih dari dua dekade, Coca-Cola Amatil Indonesia telah berkomitmen untuk beroperasi secara berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Kami berupaya untuk memberikan kontribusi yang positif di semua bidang di setiap wilayah operasional dan melakukan bisnis dengan cara yang benar, bukan dengan cara yang mudah,” ujar Lucia Karina.

Forum yang digelar 26-27 Juli 2019 ini merupakan bentuk perluasan dari gerakan Bali Beach Clean Up (BBCU) yang telah dijalankan oleh Amatil Indonesia selama lebih dari 12 tahun.

Hingga Juli 2019, program bersih-bersih pantai BBCU, yang dilakukan setiap hari sepanjang tahun, telah menyingkirkan lebih dari 39 juta kg sampah dari pesisir pantai sepanjang 9,7 kilometer, termasuk Seminyak, Legian, Kuta, Kedonganan dan Jimbaran.

Program ini didukung dengan 4 traktor pantai, 2 barber surf rakes, 3 truk sampah, 75 kru dari komunitas lokal di sekitar pantai, serta 150 tempat sampah jenis tiga sistem baru tiap tahunnya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah. (*)

Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved