Empat CCTV Di Areal Pemkab Bangli Mati, Monitor Kamera Pengawas Jadi Siaran Televisi

Dari total 12 unit yang terpasang, empat unit di antaranya rusak akibat tersambar petir dua kali

Empat CCTV Di Areal Pemkab Bangli Mati, Monitor Kamera Pengawas Jadi Siaran Televisi
Tribun Bali/Fredey Mercury
Monitor CCTV Pemkab Bangli berubah fungsi menjadi televisi, Minggu (28/7/2019). Empat unit CCTV rusak sejak setahun terakhir. Kerusakan disebutkan karena sambaran petir. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pengawasan terkait keamanan di lingkungan Pemkab Bangli belum optimal.

Meski telah dilengkapi kamera pengawas (CCTV), beberapa di antaranya justru tidak berfungsi.

Kabag Umum Setda Bangli, Kadek Mahindra Putra mengatakan, seluruh kamera CCTV itu terpasang di empat titik akses pintu masuk dan keluar areal Pemkab Bangli.

Ia juga tidak memungkiri ihwal kerusakan beberapa kamera pengawas itu.

“Memang ada yang rusak. Dari total 12 unit yang terpasang, empat unit di antaranya rusak akibat tersambar petir dua kali. Meskipun empat CCTV itu mati, sisanya masih tetap hidup karena monitor pengawasnya dipindah ke ruang monitor,” jelasnya, Minggu (28/7/2019).

Mengenai kerusakan tersebut, Mahindra mengaku telah mengusulkan upaya perbaikan. Namun demikian pihaknya masih menunggu komponen penggantinya, sebab harus memesan di Surabaya.

Ia juga mengatakan ke depan akan menambah pemasangan CCTV pada titik-titik vital lainnya, yang berada di enam gedung areal Setda Bangli.

“Masing-masing akan ditambah dua unit, jadi total kedepan akan dipasang 12 unit CCTV baru. Penambahan ini akan kami usulkan pada tahun anggaran 2020. Untuk kebutuhan anggaran, diperkirakan mencapai Rp 400 juta,” ucapnya.

Kerusakan kamera CCTV ini mulanya diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP dan Damkar Bangli, Dewa Agung Suryadarma saat disinggung mengenai gerak-gerik I Nengah Muliartawan ketika memasuki ruang kantor diluar jam kerja.

Muliartawan adalah pegawai Penkab Bangli yang ditangkap polisi atas kasus narkoba.

Kata dia, sudah hampir setahun terakhir CCTV tersebut tidak berfungsi. Demikian dengan monitor pengawas yang terletak di pos jaga, kini beralih fungsi menjadi siaran televisi.

“Dulu CCTV itu sempat tersambar petir. Sejak saat itulah dimatikan, dan monitor pengawas ini berubah fungsi menjadi siaran TV nasional” ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved