Kisah Keluarga Amerika Bangun Bisnis di Bali, Presisi Cutting Solutions Fokus Bantu Sesama

Perusahaan yang bergerak di bidang sosial entrepreneur asal Amerika sejak Maret 2019 ini didirikan oleh pasangan suami istri bernama Steven & Malissa

Kisah Keluarga Amerika Bangun Bisnis di Bali, Presisi Cutting Solutions Fokus Bantu Sesama
Tribun Bali/Firizqi Irwan
Steven dan Malissa saat ditemui Tribun Bali, di kantornya Jalan Goa Gong Nomor 9, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Minggu (28/7/2019). Kisah Keluarga Amerika Bangun Bisnis di Bali, Presisi Cutting Solutions Fokus Bantu Sesama 

Kisah Keluarga Amerika Bangun Bisnis di Bali, Presisi Cutting Solutions Fokus Bantu Sesama

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Presisi Cutting Solutions, mungkin terdengar baru bagi masyarakat Indonesia khususnya Bali.

Perusahaan yang bergerak di bidang sosial entrepreneur asal Amerika sejak Maret 2019 ini didirikan oleh pasangan suami istri bernama Steven dan Malissa King.

Ditemui Tribun Bali di kantornya Jalan Goa Gong Nomor 9, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Minggu (28/7/2019) sore, Steven dan Malissa menceritakan perusahaan yang bergerak di bidang sosial ini dibangun atas rasa kepedulian dari keluarganya.

"Ide awalnya itu terinspirasi dari keluarga kami di Amerika, yang sama-sama bergerak di bidang sosial entrepreneur. Melihat banyaknya masyarakat yang membutuhkan bantuan, membuat keluarga kami bergerak untuk membantu langsung," kata Malissa King.

"Sehingga saat kami datang ke sini, kami mencoba untuk menularkan hal itu di Indonesia khususnya di Bali," lanjutnya kepada Tribun Bali.

Dikatakan Malissa, ada banyak kegiatan yang mereka tawarkan kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan, dan mahasiswa yang masih bingung mencari pekerjaan usai tamat kuliah.

Steven dan Malissa menggelar berbagai kegiatan sosial, misalnya di yayasan yang membutuhkan pelatihan sepak bola, mengajar bahasa Inggris di yayasan yang membutuhkan, membantu mahasiswa pertukaran budaya, sampai hal yang berkaitan dengan pekerjaan bagi mahasiswa setelah mengejar pendidikan perguruan tinggi.

"Ada beberapa kegiatan sosial yang dibuat seperti membantu latihan sepak bola untuk yayasan, mengajar bahasa Inggris di yayasan, bahkan di Unud (Universitas Udayana) kami bantu mahasiswa pertukaran budaya, dan mahasiswa yang masih belum tahu arahnya kemana terkait pekerjaan. Kami akan memberikan pelatihan-pelatihan yang semua tidak dipungut biaya," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved