Perajin Lontar di Desa Adat Tenganan Pegringsingan Semakin Berkurang

Perajin lontar di Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Karangasem, terus berkurang.

Perajin Lontar di Desa Adat Tenganan Pegringsingan Semakin Berkurang
Tribun Bali/Saiful Rohim
Seorang perajin lontar di Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Karangasem, Rabu (24/7/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Perajin lontar di Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Karangasem, terus berkurang.

Saat ini tersisa sekitar 10 hingga 15 orang. Hampir semua perajin masih bergelut dan aktif membuat lontar untuk dijual ke wisatawan.

Perajin lontar yang enggan menyebut namanya mengakui hal tersebut.

"Sebagian perajin lontar banyak yang beralih profesi. Ada yang memilih menjadi petani, dan juga fokus di pariwisata. Yang masih menjajakan kerajinan lontar tak sampai 10 orang. Itupun tidak rutin buka,"ungkapnya, Minggu (28/7/2019).

Ditambahkan, penghasilan dari kerajinan lontar tak menentu dan tergantung wisatawan yang datang. Biasanya satu minggu dapat Rp 100 - 500 ribu. Kadang tidak dapat penghasilan.

"Kalau rezekinya dapat, penghasilan banyak. Intinya tak menentu penghasilan menjadi perajin buat lontar," imbuhnya.

Kelian 2 Adat Tenganan Pegringsingan, Wayan Sudarsana juga membenarkan pembuat lontar jumlahnya menurun tiap tahun.

Penyebabnya karena penghasilannya yang kecil.

Sudarsana berjanji terus berupaya mempertahankan perajin lontar di Desa Tenganan Pegringsingan demi melestarikan warisan budaya.

Orang tua tetap memberikan pengetahuan atau wawasan membuat lontar ke generasi penerus.

"Anak - anak sudah diberi pelajaran nulis di lontar,"akuinya.

Pantauan Tribun Bali, jumlah perajin lontar yang sering buka di desa ini sekitar lima orang.

Biasanya mereka melayani pesanan dari wisatawan mancanegara. Pesanannya bervariatif, dari tulisan aksara Bali, gambar peta Pulau Bali, serta gambar tempat wisata di Pulau Bali. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved