Lifting Beam di Dermaga II Pelabuhan Padang Bai Rusak, Antrean Kendaraan Besar Membeludak

Antrean kendaraan truk dan bus di Pelabuhan Padang Bai, Kecamatan Manggis membludak, Senin kemarin (29/7/2019)

Lifting Beam di Dermaga II Pelabuhan Padang Bai Rusak, Antrean Kendaraan Besar Membeludak
Tribun Bali/Saiful Rohim
Suasana di Pelabuhan Padang Bai, Kecamatan Manggis, Senin (29/7/2019) kemarin. Kendaraan truk mengantre menunggu giliran untuk menyeberang. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Antrean kendaraan truk dan bus di Pelabuhan Padang Bai, Kecamatan Manggis membludak, Senin kemarin (29/7/2019).

Pemicunya yakni Dermaga II Pelabuhan Padang Bai rusak sejak Minggu (28/7/2019) sore, sehingga dermaga yang operasi hanya Dermaga 1 Padang Bai.

Manager ASDP Pelabuhan Padang Bai, Windra Soelistiaawan mengatakaan, antrean kendaraan dipicu kerusakan Lifthing Beam Dermaga II Pelabuhan Padang Bai.

Kemungkinan perbaikan makan waktu hingga tiga hari, terhitung dari Senin (29/7/2019) sampai Rabu (31/7/2019) sore mendatang.

"Estimasi perbaikan sekitar 3 hari. Sekarang masih proses pergantian alat. Semoga segera bisa tuntas, sehingga bisa beroperasi seperti biasanya," ungkap Windra saat dihubungi Tribun Bali.

Sementara Dermaga II Pelabuhan Padang Bai belum bisa layani bongkar muat kndaraan seperti truk.

Kordinator Satuan Pelayanan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Padang Bai, Nyoman Agus Sugiarta menjelaskan, akibat kerusakan dermaga II panjang antrean kendaraan besar diperkirakan mencapai dua kilometer.

Mulai dari area parkir pelabuhan hingga ke penginapan wisma kerti.

"Kapal ferry yang akan bersandar juga harus mengantre di laut, menunggu giliran. Dermaga yang operasi hanya satu. Itu mnjadi tumpuan. Pengendara, kapal, kendaraan harus bersabar," imbuh Agus Sugiarta.

Untuk antrean kendaraan sudah diatur dan berkerjasaama dengan kepolisian.

Agus Sugiarta menambahkan, untuk mengurangi antrean BPTD dan ASDP Padang Bai mempercepat proses bongkar muat kendaraan. Yang semula proses bongkar muat 1.5 jam dipercepat menjadi 30 menit.

Trip penyebrangan ditambah sementara, sehingga antrean kendaraan bisa berkurang.

"Stretegi ini bisa mengurangi antrean kendaraan. Awalnya panjang antrean sampai BTN Tengading. Sekarang sudah berkurang sedikit demi sedikit. Petugas terus melakukan percepatan bongkar muat," ungkap Agus Sugiarta, pria asal Singaraja.

Informasi di lapangan, beberapa sopir kendaraan tujuan Padang Bai menuju Lembar dan Lembar menuju Padang Bai mengeluh karena aktivitas mereka terhambat.

Beberapa kendaraan yang hendak menyeberang ke Nusa Tenggara Barat (NTB) mengaku antre hingga 5 - 10 jam. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved