Wiki Bali

TRIBUN WIKI: 7 Hal Tentang Rangkaian Galungan dan Kuningan yang Belum Banyak Diketahui

Rangkaian Galungan dimulai dari Tumpek Wariga yang dirayakan pada Saniscara Kliwon Wariga hingga Buda Kliwon Pahang.

TRIBUN WIKI: 7 Hal Tentang Rangkaian Galungan dan Kuningan yang Belum Banyak Diketahui
Tribun Bali/Rizal Fanany
Umat Hindu melaksanakan persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Sakenan, Denpasar, Sabtu (5/1/2019). Hari Raya Kuningan merupakan rangkaian dari Hari Raya Galungan yaitu perayaan kemenangan "Dharma" (kebenaran) melawan "Adharma" (kejahatan) yang diperingati dengan melakukan persembahyangan bersama di setiap pura di Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Suasana Galungan dan Kuningan masih terasa di Bali saat ini.

Bahkan siswa masih diliburkan, karena setiap perayaan Galungan dan Kuningan mereka akan diliburkan selama 2 minggu.

Hari raya yang jatuh setiap enam bulan sekali ini dirayakan dengan meriah di Bali dan banyak orang menganggap bahwa hari Raya Galungan adalah hari kemenangan dharma atau kebaikan atas adharma atau kebatilan.

Ini beberapa hal tentang Galungan dan Kuningan yang belum banyak diketahui.

1. Rangkaian Galungan 42 Hari

DI LAPAS - Suasana perayaan Galungan di dalam Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar, Rabu (24/7/2019).

 
DI LAPAS - Suasana perayaan Galungan di dalam Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar, Rabu (24/7/2019).   (Tribun Bali/Noviana Windri)

Rangkaian Galungan merupakan rangkaian upacar terpanjang yakni selama 42 hari.

Hal ini dikatakan I.B. Putu Suamba penulis beberapa buku seperti Siwa Budha di Indonesia yang juga Dosen Politeknik Negeri Bali, dalam Rembug Purnama Bhadrawadha di Pura Jagatnata Denpasar saat Purnama Kasa beberapa waktu lalu.

Rangkaian Galungan dimulai dari Tumpek Wariga yang dirayakan pada Saniscara Kliwon Wariga hingga Buda Kliwon Pahang.

Dan selama rentang waktu tersebut ada beberapa hari Raya mulai dari Sugihan Jawa, Sugihan Bali, Penyekeban, Penyajaan, Penampahan Galungan, Umanis Galungan, Ulihan, Pemacekan Agung, hingga Kuningan dan berakhir saat Buda Kliwon Pahang.

2. Galungan Identik dengan Durga Puja

Mepeed, Barisan Ibu-Ibu menuju Pura Desa dan Pura Puseh untuk Menghaturkan Banten.
Mepeed, Barisan Ibu-Ibu menuju Pura Desa dan Pura Puseh untuk Menghaturkan Banten. (dokumen tribun bali)
Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved