Berkas P21, Ketut Sudikerta Datangi Kejati Bali dan Dilimpahkan Ke Kejari

Setelah berkas perkara dinyatakan P-21, tersangka atas nama Sudikerta kasus tindak pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait penipuan atau penggelapan

Berkas P21, Ketut Sudikerta Datangi Kejati Bali dan Dilimpahkan Ke Kejari
Tribun Bali/Rizal Fanany
Mantan Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta menjalani proses pelimpahan tahap ll di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Denpasar, Rabu (31/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah berkas perkara dinyatakan P-21, tersangka atas nama Sudikerta kasus tindak pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait penipuan atau penggelapan dan pemalsuan senilai Rp 150 miliar itu mendatangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali untuk mengikut proses tahap dua yang kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Negri (Kejari) Bali, Rabu (31/7/2019) 

Sekitar pukul 09.30 Wita, mantan Wakil Gubernur Bali itu tiba di Kejati Bali dan keluar dari mobil Honda CR-V warna silver berplat DK 1335 TN.

Dengan berpakaian hitam putih, Sudikerta yang didampingi oleh para penyidik, kemudian memasuki ruangan.

Usai diperiksa di dalam ruangan, Sudikerta yang didampingi para penyidik keluar dan melanjutkan proses administrasi ke Kejari Bali.

Asisten Intelejen Kejati, Eko Hening Wardono mengatakan, hari ini tersangka atas nama Sudikerta mendatangi Kejati ini sebagai rangkaian dari tahap dua yakni penyerahan tersangka dan barang bukti.

"Tadi kita sudah saksikan bersama proses dari tahap dua yakni penyerahan tanggung jawab tersangka dan barang bukti. Nantinya dari Kejati ini, kemudian berlanjut proses administrasi di Kejari Denpasar. Jadi mari kita ikuti dan ikuti prosesnya di Kejari," ujarnya

Lanjutnya, terkait berkas barang bukti sudah lengkap dan untuk tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) ada tiga orang yang menangani.

"Mungkin tidak terlalu lama dan berlanjut ke proses selanjutnya," ujarnya lagi

Saat ditanyai terkait proses penahanan Sudikerta, Eko Hening Wardono masih belum mengetahui kepastian terkait penahanan tersangka.

"Masih belum tahu, apakah nanti ditahan di Polda Bali atau di Lapas. Ya kita tunggu prosesnya di Kejari Bali," tutupnya. (*) 

Penulis: Rino Gale
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved