Fardiansyah Miliki Senpi Rakitan Tiga Bulan Lalu, Kapolresta: Beli Hanya Buat Gaya

Senpi rakitan itu dibeli Rp 500 ribu dari seorang temannya berinisial A di Bima, dan dibawa langsung ke Bali melalui jalur darat menggunakan bus

Fardiansyah Miliki Senpi Rakitan Tiga Bulan Lalu, Kapolresta: Beli Hanya Buat Gaya
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Kapolresta Denpasar menunjukkan barang bukti senpi rakitan milik Fardiansyah di halaman Mapolsek Kuta, Rabu (31/7/2019). Fardiansyah Miliki Senpi Rakitan Tiga Bulan Lalu, Kapolresta: Beli Hanya Buat Gaya 

Fardiansyah Miliki Senpi Rakitan Tiga Bulan Lalu, Kapolresta: Beli Hanya Buat Gaya

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, KUTA - Perkembangan kasus kepemilikan senjata api (senpi) laras pendek oleh inisial FAR atau Fardiansyah (23) asal Talabiu, Woha, Bima, NTB, diketahui telah dimilikinya sejak 3 bulan lalu.

Senpi rakitan itu dibeli Rp 500 ribu dari seorang temannya berinisial A di Bima, dan dibawa langsung ke Bali melalui jalur darat menggunakan bus.

“Dia beli hanya buat gaya saja taruh di pinggangnya. Pada saat ribut itu dia keluarkan,” ungkap Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan, Rabu (31/7/2019), didampingi Kapolsek Kuta, Kasubag Humas Polresta Denpasar dan Kanit Reskrim Polsek Kuta, di halaman Polsek Kuta.

Tim gabungan dari Resmob Satreskrim Polresta Denpasar masih melakukan pengejaran terhadap pelaku A yang telah menjual senpi rakitan itu kepada Fardiansyah.

Simakrama Tribun Bali ke Honda Kuta Raya, Bahas Perkembangan Terkini Dunia Otomotif

Pemprov Bali Rancang Pembinaan Keterampilan Bagi PSK

Ini dilakukan guna mengungkap A mendapat senpi itu dari mana, apakah merakitnya sendiri atau bagaimana.

“Kami masih lakukan pengejaran terhadap A yang menjual senpi kepada Fardiansyah di Bima. Selama dimiliki, senpi itu ditaruh di dalam karung beras di kamar kosnya, belum pernah dipakai,” imbuh Kombes Ruddi.

Saat dibeli oleh pelaku, juga diberikan amunisi sebanyak 3 butir tetapi d gunakan olehnya hanya satu amunisi kaliber 5,56mm, dua amunisi lainnya diduga jatuh saat perkelahian Minggu dini hari lalu.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku di antaranya satu pucuk senpi rakitan laras pendek warna hitam dengan stiker monster warna hijau, satu buah selongsong peluru kaliber 5,56mm, satu baju kaos warna hitam, satu celana jeans warna hitam (kaos sama celana yang digunakan pelaku saat kejadian).

Jelang Hari Suci Kuningan, Pasar Murah Pemkot Denpasar Kali Ini Hadir di Desa Dauh Puri Kauh

Subudi Optimistis Bali United Raih 3 Poin Jamu PSM Makassar, Semeton Dewata Bulldog Dukung di Dipta

Atas perbuatannya membawa, menyimpan, menguasai senjata api tanpa izin dalam Pasal 1 ayat 1 UU Darurat RI No. 12 tahun 1951. Dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Resmob Satreskrim Polresta Denpasar dan Polsek Kuta akhirnya mengamankan pemilik senjata api (senpi) rakitan dalam peristiwa penganiayaan terhadap Felisianus Misarino Ampung (35) asal Manggarai, NTT.

Penganiayaan terjadi pada hari Minggu (28/7/2019) lalu, di Jl Bhineka Jati Jaya XI, Gg. Turi, Kuta, Badung sekira pukul 01.00 Wita.

Pemilik senpi rakitan berinisial FAR (26) asal Talabiu, Bima, NTB itu digerebek di sebuah rumah di Jl Pesanggaran, Gang Ulam Kencana II nomor 6 Pedungan, Denpasar Selatan, Senin (29/7/2019), sekira pukul 02.15 Wita dini hari.

(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved