Kuasai 8 Paket Sabu-sabu Dituntut 8 Tahun Penjara, Faris Ajukan Pembelaan

Faris Bajrey (24) akan mengajukan pembelaan (pledoi) tertulis untuk menanggapi tuntutan 8 tahun penjara

Kuasai 8 Paket Sabu-sabu Dituntut 8 Tahun Penjara, Faris Ajukan Pembelaan
Tribun Bali/I Putu Candra
Faris setelah menjalani sidang tuntutan di PN Denpasar, Rabu (31/7/2019). Kuasai 8 Paket Sabu-sabu Dituntut 8 Tahun Penjara, Faris Ajukan Pembelaan 

Kuasai 8 Paket Sabu-sabu Dituntut 8 Tahun Penjara, Faris Ajukan Pembelaan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Faris Bajrey (24) akan mengajukan pembelaan (pledoi) tertulis untuk menanggapi tuntutan 8 tahun penjara yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (31/7/2019).

Pengajuan pembelaan tertulis disampaikan tim penasihat hukum Faris. Faris sendiri dituntut karena diduga terlibat peredaran menguasai 8 paket sabu-sabu.

"Terima kasih Yang Mulia, kami akan mengajukan pembelaan tertulis. Mohon waktu," pinta anggota tim penasihat hukum terdakwa kepada majelis hakim pimpinan IGN Putra Atmaja.

Sehingga sidang dilanjutkan pekan depan, mengagendakan pembacaan nota pembelaan.

Sementara dalam surat tuntutan, Jaksa I Gusti Lanang Suyadnyana menyatakan, terdakwa Faris secara sah terbukti dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotik golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram. Oleh karena itu ia dijerat Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik sebagaimana dakwaan jaksa penuntut

"Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Faris Bajrey dengan pidana penjara selama 8 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan. Dan pidana denda Rp 800 juta, subsidair tiga bulan penjara," tegasnya.

Dibeberkan dalam berkas dakwaan, hari Sabtu, 9 Maret 2019 sekitar pukul 24.00 Wita terdakwa pergi ke rumah Richard Marley Kambey (saksi) di Jalan Pulau Saelus, Sesetan, Denpasar.

Tiba di depan rumah saksi tersebut, terdakwa Faris bertemu Ni Putu Eka Rucci. Eka Rucci lalu menyerahkan 8 paket sabu-sabu ke terdakwa. Setelah menerima, terdakwa pergi menuju kosnya di Jalan Pulau Galang, Pemogan, Denpasar.

"Sesampai di kos, terdakwa mengambil 1 paket sabu-sabu yang kemudian dipecah menjadi 2 paket dan sempat dikonsumsi sendiri. Kemudian terdakwa keluar kos membawa 2 paket hasil pemecahan itu untuk ditempel," beber Jaksa I Gusti Lanang Suyadnyana kala itu.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved