Breaking News:

Tips Sehat untuk Anda

Mulai Sekarang Hentikan Kebiasaan Mengisi Ulang Botol Plastik, Ada Bahaya Kesehatan yang Ditimbulkan

Menurut para ahli, botol air minum mengandung bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi plastik yang berbahaya bagi kesehatan

Editor: Irma Budiarti
Freepik.com via Grid.ID
Mulai Sekarang Hentikan Kebiasaan Mengisi Ulang Botol Plastik, Ada Bahaya Kesehatan yang Ditimbulkan 

Mulai Sekarang Hentikan Kebiasaan Mengisi Ulang Botol Plastik, Ada Bahaya Kesehatan yang Ditimbulkan

TRIBUN-BALI.COM - Mulai Sekarang Hentikan Kebiasaan Mengisi Ulang Botol Plastik, Ada Bahaya Kesehatan yang Ditimbulkan

Banyak orang tak rela membuang botol kemasan air minum dan memilih untuk kembali mengisinya.

Meski terdengar ramah lingkungan, kebiasaan semacam ini ternyata buruk untuk kesehatan.

Menurut para ahli, botol air minum mengandung Bisphenol A atau BPA alias bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi plastik.

Bahan kimia ini berbahaya dan dapat larut dalam air serta dapat menumbuhkan bakteri berbahaya pada celah botol.

Kent Atherton CEO PuriBloc technology, perusahaan teknologi pemurnian air, banyak orang yang membeli botol air plastik dan melakukan isi ulang tanpa tahu risikonya.

"Bahkan produk bebas BPA tidak aman karena produsen sekarang mengganti bahan kimia estrogenik lainnya, yang tidak diketahui secara luas, dapat menimbulkan bahaya yang sama bagi kesehatan manusia," ungkap dia.

Persib Laporkan Panitia ke PT Liga Indonesia Baru Sehari Setelah Dikalahkan Arema FC 5-1

Berkas, Barang Bukti & Tiga Tersangka Pencurian Kabel Diserahkan ke Kejari Klungkung

Bahan kimia estrogenik ini dapat memiliki efek negatif pada keseimbangan hormon manusia, tetapi potensi bahaya botol air plastik tidak berhenti di situ.

Dalam sebuah penelitian terhadap 259 botol air plastik di State University of New York, Fredonia, AS, terungkap, 93 persen botol tersebut mengalami beberapa bentuk kontaminasi mikroplastik.

Selain itu, botol plastik sekali pakai sebagian besar terbuat dari polietilen tereftalat atau PET, yang aman digunakan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved