Penggunaan Pantyliner Tidak Dianjurkan Untuk Organ Kewanitaan, Begini Penjelasan Dokter

ketika cairan yang keluar berwarna putih susu atau seperti tepung, kekuningan, kehijauan atau bahkan disertai bercak darah disebut dengan keputihan

Penggunaan Pantyliner Tidak Dianjurkan Untuk Organ Kewanitaan, Begini Penjelasan Dokter
TRIBUN BALI/NOVIANA WINDRI
Dokter spesialis kandungan RSUD Wangaya, dr. AA Eka Wardani, 

Penggunaan Pantyliner Tidak Dianjurkan Untuk Organ Kewanitaan, Begini Penjelasan Dokter

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Meski keputihan sebenarnya adalah hal yang normal dialami oleh wanita.

Namun, pada kondisi tertentu keputihan tidak bisa dianggap menjadi hal yang normal.

Keputihan diwaspadai jika warna cairan yang keluar dari dalam vagina.

Jika normal, cairan yang keluar akan berwarna bening layaknya putih telur yang belum dikocok.

Polres Jembrana Selidiki Dugaan SPBU Curang di Melaya

Dorong Peningkatan IPM, Anas: Harus Kolaborasi

Timun dan Keputihan, Apa Hubungannya?

Namun, ketika cairan yang keluar berwarna putih susu atau seperti tepung, kekuningan, kehijauan atau bahkan disertai bercak darah disebut dengan keputihan abnormal.

Dokter spesialis kandungan RSUD Wangaya, dr. AA Eka Wardani, S.pOG., M.Kes menuturkan keputihan abnormal dapat dicegah.

"Tentu keputihan bisa dicegah. Pertama harus menjaga vagina supaya tidak terlalu lembab, menjaga kebersihan alat vital, bersihkan dan keringkan alat vital setelah buang air, jangan sampai lembab," terangnya.

Adapun langkah pencegahan yang dapat dilakukan agar tidak terjadi keputihan yakni tidak menggunakan celana dalam terlalu ketat, memakai celana dalam berbahan katun, mengganti celana dalam sesering mungkin.

AA Eka Wardani menyebutkan penggunaan pantyliner tidak dianjurkan bagi wanita.

"Penggunaan panty liner tidak kita anjurkan karena memberi kenyamanan yang semu. Seolah-olah terasa kering dan tidak basah. Tapi sebenarnya ada cairan pada vagina kita. Jadi sebaiknya jika ada masalah harus segera diatasi. Jangan diatasi dengan penggunaan panty liner," tegasnya.

Pihaknya menghimbau agar tetap konsultasikan kepada bidan atau dokter spesialis agar mendapatkan penanganan yang benar. (*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved