Taliban Percaya Indonesia Bisa Jadi Mediator di Afghanistan, Pengamat Nilai Ada Peran Jusuf Kalla

Taliban mempercayai Indonesia menjadi mediator perdamaian karena mereka juga percaya dengan niat tulus Jusuf Kalla.

Taliban Percaya Indonesia Bisa Jadi Mediator di Afghanistan, Pengamat Nilai Ada Peran Jusuf Kalla
(Foto courtesy).
Delegasi Taliban dari Kantor Politik Taliban di Ibu Kota Doha, Qatar, berkunjung ke Jakarta. Mereka bertemu Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla di rumah dinasnya di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu malam pekan lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Indonesia menjadi mediator perdamaian di Afganistan.

Pengamat menilai perdamaian dapat tercipta di Afganistan, dan bahwa Indonesia akan berhasil menjadi fasilitator dalam proses menuju perdamaian tersebut.

Pengamat terorisme dari Universitas Malikussaleh, Aceh, Al Chaidar, menyambut positif sikap pro aktif Indonesia untuk mendorong terciptanya perdamaian di Afghanistan.

Kepada VOA, Senin (29/7/2019), Al Chaidar mengatakan sangat mungkin perdamaian dapat diwujudkan di Afghanistan, dan Indonesia akan berhasil menjadi fasilitator dalam proses menuju perdamaian tersebut.

"Karena Taliban itu sangat percaya pada Indonesia, karena banyak murid orang-orang Taliban itu ada di Indonesia, seperti ustad Abu Tholut. Abu Tholut itu adalah murid dari Sher Muhammad Abbas Stanikzai," kata Al Chaidar.

Sher Muhammad Abbas Stanikzai, politikus Afghanistan, kini menjabat Kepala Biro Politik Taliban.

Pada 1996, Stanikzai melawat ke Washington DC, bertindak sebagai menteri luar negeri Taliban, dan meminta pemerintahan Presiden Bill Clinton memperpanjang pengakuan diplomatik terhadap pemerintahan Afghanistan di bawah Taliban.

Pada 12-15 Agustus tahun lalu, Stanikzai berkunjung ke Indonesia dan mengadakan pembicaraan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan utusan khusus Indonesia untuk Afghanistan, Hamid Aawaluddin.

Mengenai milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) yang juga telah membangun basis di Afghanistan, Al Chaidar memastikan hal tersebut bukanlah ganjalan bagi terciptanya perdamaian di negara Asia Tengah itu.

Dia mengatakan, mudah bagi Taliban menumpas ISIS.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved