Tim Judo Bali Rebut 3 Medali Emas Kejurnas Judo Kartika Cup 2019

Tim Judo Bali berhasil meraih tiga medali emas di kategori senior pada kejuaraan nasional Judo Kartika Cup 2019

Tim Judo Bali Rebut 3 Medali Emas Kejurnas Judo Kartika Cup 2019
Nengah Sudiartha
Tim Judo Bali di Kartika Cup 2019. Tim Judo Bali Rebut 3 Medali Emas Kejurnas Judo Kartika Cup 2019 

Tim Judo Bali Rebut 3 Medali Emas Kejurnas Judo Kartika Cup 2019

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Judo Kartika Cup 2019 yang berlangsung di Yogyakarta, 26-28 Juli 2019 telah berakhir. Tim Judo Bali berhasil meraih tiga medali emas di kategori senior pada kejuaraan tersebut.

“Secara keseluruhan sebenarnya kami berangkatnya 49 orang, tapi sebagian dari mereka itu biaya (berangkatnya) dari Pengkab/Pengkot atau biaya sendiri, dan sebagian lagi dibantu oleh KONI. Pada kategori Kadet kami memperoleh 3 medali perak dan 2 medali perunggu. Pada kategori junior kami memperoleh 3 medali perak dan 7 medali perunggu. Sedangkan di kategori senior kami memperoleh 3 medali emas, 4 medali perak dan 2 medali perunggu. Tiga medali emas didapat dari kelas 70 kg putri atas nama Guna Kakihara, kelas 78 putri atas nama Fania Farid ,dan kelas diatas (+) 100 kg putra atas nama Agastya,” ucap  Wakil Ketua Umum Pengprov PJSI Bali, Nengah Sudiartha saat dihubungi Tribun Bali, Selasa (30/7/2019).

Kartika Cup 2019 bukanlah Kejurnas Judo biasa, kejuaraan tersebut merupakan satu di antara kejuaraan untuk para atlet judo Indonesia mengumpulkan poin menuju PON 2020 di Papua.

Sudiartha berkata dalam peringkat poin sementara sekarang, dari Bali ada sebanyak 13 kelas yang berhasil masuk kedalam peringkat 7 besar sementara.

“Yang masuk tujuh besar di kelas putra yaitu kelas 55 kg, 60 kg, 66 kg, 73 kg, 81 kg, 90 kg, 100 kg, di atas 100 kg, jadi yang masuk ada 8 kelas. Sedangkan untuk kelas putri yaitu  kelas 48 kg, 52 kg, 57 kg,  78 kg, di atas 78 kg, jadi ada 5 kelas yang masuk. Jadi sementara ini ada 13 kelas yang peringkatnya aman. Peringkat itu bisa berubah kalau ada kejuaraan berikutnya, kalau misalnya tidak ada kejuaraan lain, paling tidak kami sudah punya 13 nomor/kelas yang aman,” katanya.

Ia berujar hasil dari Kejurnas Judo ini jauh dari harapannya. Ia juga melihat pada Kartika Cup 2019 kemarin beberapa atlet judo Bali pada kategori junior tampak bertanding dengan keragu-raguan dan tidak maksimal.

“Kami harus berbenah dan mengevaluasi lagi, karena di junior kami betul-betul kecolongan, kami gak dapat medali emas itu kecolongan namanya. Kami harus segera berbenah untuk mengembalikan perfoma anak-anak, harus lebih kerja keras lagi. Menurut saya semua harus dievaluasi, yang paling pokok itu di kategori junior kami jam terbangnya yang kurang, sehingga perfomanya tidak bagus jadi mereka grogi, penuh ragu-ragu seperti orang yang baru belajar judo, waktu bertanding mereka tidak maksimal, tidak berani menunjukan teknik yang sebenarnya bagi mereka, karena demam panggung itu,” ucapnya.

Menurutnya untuk kategori Kadet maupun Senior juga tidak jauh berbeda dari kategori Junior. Ia pun berpesan pada para atlet judo Bali tersebut untuk berbenah dan memperbaiki kekurangannya dalam latihan nanti.  

“Untuk kategori kadet dan senior juga sama, kami perlu evalausi, berbenah, latihan lebih intensif lagi, karena semua orang sudah mempersiapkan diri untuk menyongsong PON 2020, semua kerja keras, kalau kami terlena maka kami akan tertinggal,” lanjutnya.

Setelah Kartika Cup 2019 berakhir, para atlet judo Bali telah kembali ke daerahnya masing-masing untuk mempersiapkan diri mereka mengikuti Porprov Bali 2019.

Rencananya setelah Porprov Bali 2019 berakhir, beberapa atlet judo Bali akan dipanggil kembali untuk mempersiapkan diri menghadapi POPNAS pada Oktober 2019 nanti di Papua, kejuaraan judo lainnya dan PON 2020 di Papua.

(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved