Ini Alasan Otban Gelar Bimtek Internal Quality Control Keamanan Penerbangan

Bimtek Interal Quality Control Keamanan Penerbangan bagi bandar udara dilaksanakan di wilayah kerja Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV

Ini Alasan Otban Gelar Bimtek Internal Quality Control Keamanan Penerbangan
Otoritas Bandara Wilayah IV
Kegiatan Bimbingan Teknis Interal Quality Control Keamanan Penerbangan bagi bandar udara di wilayah kerja Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, diikuti oleh 34 orang peserta, dari tanggal 31 Juli 2019 sampai dengan tanggal 2 Agustus 2019. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Pengawasan keamanan penerbangan adalah hal yang mutlak harus dilakukan di bandar udara.

Untuk meningkatkan keamanan tersebut maka perlu dilaksanakan bimbingan teknis atau bimtek.

Tujuan dari bimtek memberikan panduan tata cara menyiapkan administrasi surat-menyurat, memberikan panduan pelaksanaan pengawasan keamanan penerbangan, dan memberikan panduan tata cara evaluasi dan penyusunan laporan.

Pada hari kedua bimtek akan dilaksanakan kegiatan OJT (Orientation Job Training) di Bandar Udara  Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk dapat menerapkan teori yang  di dapatkan dihari pertama bimtek.

Kegiatan Bimbingan Teknis  Interal Quality  Control Keamanan Penerbangan bagi bandar udara di wilayah kerja Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, diikuti oleh 34 orang peserta, dari tanggal 31 Juli 2019 sampai dengan tanggal 2 Agustus 2019.

Dalam sambutan Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV yang dibacakan Kepala Seksi Keamanan Penerbangan dan Pelayanan Darurat, Marthinus Hutasoit, berharap bahwa acara seperti ini dapat berlangsung hingga kemudian hari untuk obyek pengawasan yang lain.

“Saya juga berharap agar para peserta bisa mengikuti acara ini secara seksama dan bisa mengambil tiap pelajaran di dalamnya dan mewujudkan hasil pelatihan ini di lapangan,” ucapnya, Kamis (1/8/2019).

Sehingga pengawasan terhadap petugas Internal dapat terlaksana dengan baik dan membuat laporan sesuai aturan sehingga Keselamatan dan Keamanan Penerbangan bisa terpenuhi.

Pengawasan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan No 92 Tahun 2015 tentang Program Pengawasan Keamanan Penerbangan Nasional adalah kegiatan pengawasan berkelanjutan untuk melihat pemenuhan peraturan keamanan penerbangan yang dilaksanakan oleh penyedia jasa penerbangan atau institusi lain yang terkait keamanan penerbangan.

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved