Mengaku Drop Sabu Dari Lapas Krobokan, Gung Indra Raup Rp 500 Ribu Per Gram

Mereka adalah pelaku penyalahguna narkotika yang berhasil dibekuk jajaran Satresnarkoba Polres Tabanan bulan Juli ini

Mengaku Drop Sabu Dari Lapas Krobokan, Gung Indra Raup Rp 500 Ribu Per Gram
Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Tiga tersangka kasus narkoba beserta barang bukti saat gelar perkara di lobi Mapolres Tabanan, Rabu (31/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN -  Mengenakan pakaian berwarna orange, tiga orang pria digiring dari ruang tahanan menuju lobi Mapolres Tabanan, Rabu (31/7/2019).

Mereka adalah pelaku penyalahguna narkotika yang berhasil dibekuk jajaran Satresnarkoba Polres Tabanan bulan Juli ini. Barang bukti yang berhasil diamankan adalah 38 paket sabu dan 10,5 butir pil ekstasi.

Adalah I Gusti Lanang Agung Indra Laksamana alias Gung Indra (28), Agus Rahman alias Rahman (20) dan I Kadek Helly Hermawan alias Helly (27).

Ketiganya berhasil dibekuk di tiga tempat berbeda, dan uniknya 27 paket sabu dan satu buah alat hisap (bong) ditemukan petugas di dalam CD yang saat itu digunakan pelaku bernama Agus Rahman.

Salah satu tersangka, Gung Indra mengaku sudah memakai narkotika sejak setahun lalu. Ia tak mau berkomentar banyak ketika dikonfirmasi tujuannya mengkonsumsi narkoba.

Gung Indra mengaku mendapat barang dari seseorang yang sedang mendekam di balik jeruji Lapas Kerobokan.

Sekali transaksi, ia membelinya dengan harga Rp 1.5 Juta per gram.

Setelah dipecah menjadi lima paket, tersangka yang ditangkap di depan Lapangan Debes Tabanan ini bisa meraup keuntungan Rp 500 ribu per gram sabu yang berhasil dijual.

"Saya kolektor, barangnya dapat dari temen di Lapas Kerobokan," ucapnya sembari menahan derai air mata yang hendak menetes di wajahnya.

Pria yang berasal dari Baler Bale Agung, Jembrana ini melanjutkan, setelah berhasil membeli satu gram sabu, ia kemudian pecah menjadi lima bagian atau lima paket yang kemudian dijualnya dengan harga Rp 400 ribu per paketnya.

"Satu gram saya pecah lima, per paket Rp 400 ribu dijual," ungkapnya.

Sementara itu, Wakapolres Tabanan, Kompol Ni Made Sukerti menjelaskan, tiga tersangka narkoba ini dibekuk dalam dua hari. Mereka diamankan pada 15 dan 16 Juli lalu atau beberapa sebelum Hari Raya Galungan.

"Dua hari kita amankan tiga pelaku. Mereka kami amankan di tiga tempat berbeda karena bersadarkan hasil pengembangan," kata Kompol Sukerti yang baru dua pekan bertugas di Polres Tabanan ini.

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 112 Undang Undang Nomor 35 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman dari 4-20 tahun disertai dengan paling sedikit Rp 800 Juta hingga Rp 10 Miliar. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved