Stabilitas Masih Terjaga, OJK Catat Pertumbuhan Positif Industri Jasa Keuangan

Berdasarkan hasil rapat Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga

Stabilitas Masih Terjaga, OJK Catat Pertumbuhan Positif Industri Jasa Keuangan
OJK
Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional 8 Bali-Nusa Tenggara, Rochman Pamungkas. Stabilitas Masih Terjaga, OJK Catat Pertumbuhan Positif Industri Jasa Keuangan 

Stabilitas Masih Terjaga, OJK Catat Pertumbuhan Positif Industri Jasa Keuangan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berdasarkan hasil rapat Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga.

Hal ini sejalan dengan kinerja intermediasi sektor jasa keuangan yang positif, serta profil resiko lembaga jasa keuangan yang terkendali.

Walaupun masih berada di tengah ketidakpastian ekonomi global, tensi perang dagang antara Amerika dan China, serta faktor lainnya.

“OJK senantiasa terus memperkuat koordinasi dengan para stakeholder untuk memitigasi ketidakpastian eksternal yang cukup tinggi. Serta mengoptimalkan kontribusi sektor jasa keuangan dalam pembangunan,” ujar Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional 8 Bali Nusa Tenggara, Rochman Pamungkas, Rabu (31/7/2019).

Satu di antara indikatornya, kata dia, kinerja intermediasi sektor jasa keuangan yang tumbuh positif di semester I-2019.

Kredit perbankan tumbuh 11,55 persen (yoy) dengan nominal Rp 5.291 triliun di Indonesia. Kemudian dana pihak ketiga (DPK) perbankan, tumbuh 7,18 persen (yoy) dengan nilai Rp 5.673 triliun. Penghimpunan dana di pasar modal Rp 28 triliun, dan piutang pembiayaan Rp 441 triliun.

“Pertumbuhan kredit perbankan didorong sektor listrik, air, gas, konstruksi, serta pertambangan,” kata dia.

Update Cuaca BMKG: Hari Ini Sejumlah Wilayah di Bali Diprediksi Hujan Ringan

Warungnya Tutup Tapi Orderan Capai Rp 40 Juta, Korban Order Fiktif Lapor Polisi

Sementara itu, pertumbuhan piutang pembiayaan, didorong sektor industri industri pengolahan, pertambangan, dan rumah tangga.

OJK pun memproyeksikan kinerja intermediasi sektor jasa keuangan ini akan tumbuh lebih tinggi pada kuartal II-2019.

Halaman
123
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved