Tiga Kali Kena Sidak Tak Bikin Jera, BPOM Masih Temukan Penjual Jamu Berbahaya

Mereka masih menjual jamu mengandung bahan berbahaya yang berdampak pada kesehatan yang mengonsumsi

Tiga Kali Kena Sidak Tak Bikin Jera, BPOM Masih Temukan Penjual Jamu Berbahaya
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
BAHAN BERBAHAYA - Petugas Loka Pom Buleleng memeriksa jamu dan makanan yang dijual pedagang, Selasa (30/7/2019). Hasil sidak kali ini, ditemukan jamu dan makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya bagi yang mengonsumsi. Tiga Kali Kena Sidak Tak Bikin Jera, BPOM Masih Temukan Penjual Jamu Berbahaya 

Tiga Kali Kena Sidak Tak Bikin Jera, BPOM Masih Temukan Penjual Jamu Berbahaya

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Loka Buleleng menemukan 300 bungkus jamu mengandung bahan kimia obat berbahaya. Temuan ini kemudian disita petugas.

Berdasarkan catatan BPOM, penjual jamu ini sudah tiga kali digerebek dan ditemukan kasus serupa.

Mereka masih menjual jamu mengandung bahan berbahaya yang berdampak pada kesehatan yang mengonsumsi. Karena itu, pedagang yang membandel ini akan dibawa ke jalur hukum.

"Sudah lebih dari tiga kali. Jadi akan ada proses hukum lebih lanjut," ujar Kepala Loka Pom Buleleng, Made Ery Bahari Hantana saat menggelar sidak di Pasar Senggol Kecamatan Negara, Selasa (30/7/2019) malam.

Sebanyak 300 obat mengandung kimia berbahaya itu terdiri dari 18 item obat tradisional dalam bentuk botol, kapsul dan serbuk.

Kemudian, satu item obat tradisional yang sudah kedaluwarsa serta dua item obat keras yang dijual tanpa izin.

"Kalau obat yang mengandung bahan kimia ini, dosisnya tentu tidak bisa kami kontrol. Ini akan bisa membahayakan kesehatan seperti ginjal, hati, dan lain sebagainya. Ini berbahaya jika dikonsumsi," ucap dia.

Ery Bahari mengatakan, untuk menjaga kesehatan konsumen, maka obat dan jamu tradisional itu disita.

Para pedagang yang kedapatan menjual jamu tersebut juga kini terancam berurusan dengan hukum. Sebab mereka tetap membandel meski sebelumnya sudah diingatkan.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved