2 Siswa SMAN 3 Denpasar Ikut Konferensi Riset di Barcelona

Dua siswa dari SMAN 3 Denpasar yang tergabung dalam Forum Peneliti Remaja Kota Denpasar dikirim mengikuti ajang internasional bertajuk GRC

2 Siswa SMAN 3 Denpasar Ikut Konferensi Riset di Barcelona
Humas Pemkot Denpasar
Rama Gerald Jade dan Putu Krisna, dua siswa asal SMAN 3 Denpasar saat bertemu dengan Wali Kota Denpasar IB Rai Mantra, Kamis (1/8/2019). Kedua siswa yang tergabung dalam Forum Peneliti Remaja Kota Denpasar ini terpilih sebagai peserta ajang bergengsi Global Responsibility Converence 2019 di Barcelona. 2 Siswa SMAN 3 Denpasar Ikut Konferensi Riset di Barcelona 

2 Siswa SMAN 3 Denpasar Ikut Konferensi Riset di Barcelona

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dua siswa dari SMAN 3 Denpasar yang tergabung dalam Forum Peneliti Remaja Kota Denpasar dikirim mengikuti ajang internasional bertajuk Global Responsibility Conference (GRC) 2019 di Barcelona.

GRC sendiri merupakan ajang penelitian internasional yang menemukan peneliti-peneliti muda dari berbagai negara di dunia.

Kegiatan yang diselenggarakan dari 8-13 Juli 2019 silam ini diikuti peserta dari 10 negara di antaranya Indonesia, Singapura, Jepang, Polandia, Amerika, Prancis, Hawai, Denmark, Belanda dan Spanyol.

Adapun, kedua siswa asal Denpasar ini bernama Rama Gerald Jade dan Putu Krisna.

Pendamping siswa Monika Raharti dari Center For Young Scientist (CFYS) mengatakan kedua siswa ini membawa hasil penelitian dari Lontar Palalindon dari Griya Aan Tebawu Klungkung.

"Lontar Palalindon ini merupakan alat yang dapat memprediksi kejadian pasca gempa," terangnya.

Dalam kegiatan ini, keduanya mendapatkan penghargaan berupa originalitas dan kreativitas dalam pembuatan penelitian.

Sementara Wali Kota Rai Mantra mengapresiasi hasil karya kedua siswa ini.

Menurut dia, ini bisa menjadi jembatan menambah wawasan yang nantinya dapat berguna mendukung peran sebagai masyarakat global.

Peran Sustainable Development (Pembangunan Berkelanjutan), kata dia, di tengah masyarakat harus mulai didasari pemberdayaan riset seperti yang sudah diterapkan di negara maju.

''Pemberdayaan riset yang sudah diterapkan oleh anak-anak ini memang tidak langsung dirasakan manfaatnya, tapi akan berproses dimana akan membentuk karakter serta kreativitasnya sehingga otomatis berimbas pada kualitas hidup di masa depan,” ucapnya.

(*)

Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved