ForBali Soroti Rencana Pembangunan Sport Tourism Pemkab Badung

Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBali) menyoroti rencana reklamasi yang digunakan sebagai pembangunan sport tourism

ForBali Soroti Rencana Pembangunan Sport Tourism Pemkab Badung
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Koordinator ForBali I Wayan 'Gendo' Suardana (tengah) bersama Direktur Walhi Bali I Made Juli Untung Pratama (kiri) dan Dewan Daerah Walhi Bali Suriadi Darmoko (kanan) menunjukkan surat yang dikirimkannya kepada Presiden Jokowi. ForBali Soroti Rencana Pembangunan Sport Tourism Pemkab Badung 

ForBali Soroti Rencana Pembangunan Sport Tourism Pemkab Badung

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBali) menyoroti rencana reklamasi yang digunakan sebagai pembangunan sport tourism oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung.

"Seperti yang kawan-kawan ketahui bahwa Pemkab Badung telah melansir kepada publik akan mereklamasi Teluk Benoa seluas 50 hektare dengan alasan normalisasi untuk kepentingan sport tourism," kata Koordinator ForBali Wayan 'Gendo' Suardana di Sekretariat Walhi Bali, Kamis (1/8/2019) kemarin.

Gendo menyebut rencana reklamasi yang disebut normalisasi oleh Pemkab Badung itu hanya sebagai kedok semata.

Disebutkan, rencana reklamasi berkedok normalisasi tersebut diklaim dilakukan untuk menyiapkan fasilitas olahraga terlengkap, memadai, sekaligus destinasi dan pusat penyelenggaraan kegiatan olahraga internasional.

Hal itu sebagai upaya peningkatan daya saing kepariwisataaan Bali dan Kabupaten Badung khususnya.

Adapun fasilitas yang akan dibangun yakni national stadium dengan kapasitas 55.000 orang, indoor stadium dengan kapasitas 12.000 orang, stadion akuatik dengan kapasitas 2.000 orang dan Indoor Stadium dengan kapasitas 3.000 orang.

Selain itu juga terdapat pusat olahraga air, sport hub Badung Museum And library, skate park and theatre, serta pusat perbelanjaan dan restoran yang akan ditunjang pembangunan infrastruktur jalan lingkar barat Tanjung Benoa.

Rencana pembangunan sport hub seluas 50 hektare tersebut terletak di kawasan perairan Teluk Benoa yang secara administrasi berada di Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali.

Berdasarkan data BNPB yang dikutip Gendo, Kelurahan Tanjung Benoa masuk dalam bahaya kelas tinggi tsunami dan rawan terhadap likuifaksi.

Oleh karena itu, ForBali mengingatkan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta untuk tidak meneruskan pembangunan sport tourism tersebut.

"Kami memperingatkan Bapak Bupati Badung agar tidak meneruskan rencana membangun sport tourism dengan cara reklamasi 50 hektare di Tanjung Benoa, dengan alasan apapun termasuk dengan menggunakan kedok normalisasi," tegas Gendo.

(*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved