Kasus Sengketa Pelaba Pura Pakudui Kangin dan Pakudui Kawan, Warga Bawa Pratima ke PN Gianyar

Dari atas truk, krama menurunkan sebuah pratima yang disakralkan, lalu masuk, dan selanjutnya diarak di depan padmasana PN Gianyar.

Kasus Sengketa Pelaba Pura Pakudui Kangin dan Pakudui Kawan, Warga Bawa Pratima ke PN Gianyar
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Krama Pakudui Kangin, Desa Kedisan, Tegalalang, Gianyar, membawa pratima yang disakralkan ke Pengadilan Negeri Gianyar, Kamis (1/8/2019), saat sidang sengketa lahan pura. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Dua unit truk dengan alunan gambelan baleganjur, tiba di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Kamis (1/8) pukul 09.00 Wita.

Dari atas truk, krama menurunkan sebuah pratima yang disakralkan, lalu masuk, dan selanjutnya diarak di depan padmasana PN Gianyar.

Suasana di PN Gianyar pun cukup menegangkan.

Aparat kepolisian melakukan penjagaan ketat untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan.

Krama yang membawa pratima ini berasal dari Pakudui Kangin, Desa Kedisan, Tegalalang, Gianyar.

Saat itu, mereka menghadiri sidang aanmaning eksekusi, terkait kekalahan mereka dalam sengketa pelaba Pura Puseh, dengan krama Pakudui Kawan.

Perselisihan tersebut sudah terjadi sejak tahun 2006 silam.

Pakudui Kangin dan Pakudui Kawan dulunya merupakan kesatuan komunitas masyarakat, yang tergabung dalam Desa Pakraman Pakudui.

Mereka memiliki satu Pura Dalem lengkap dengan satu Pura Prajapati dan satu setra (kuburan).

Saat Perda Bali tentang Desa Adat/Desa Pakraman berlaku, krama Pakudui Kangin membuat desa pakraman sendiri.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved