Kisah Pedagang Bendera Musiman, Kang Ujang Mengadu Nasib ke Bali Menjelang Hari Kemerdekaan

Memanfaatkan momen HUT Kemerdekaan, tak sedikit dari mereka mendadak menjadi pedagang bendera musiman

Kisah Pedagang Bendera Musiman, Kang Ujang Mengadu Nasib ke Bali Menjelang Hari Kemerdekaan
Tribun Bali/Noviana Windri
Pedagang bendera musiman, Kang Ujang membuka lapak dagangannya di Jalan Raya Puputan, Renon, Denpasar, Bali, Jumat (2/7/2019). Kisah Pedagang Bendera Musiman, Kang Ujang Mengadu Nasib ke Bali Menjelang Hari Kemerdekaan 

Kisah Pedagang Bendera Musiman, Kang Ujang Mengadu Nasib ke Bali Menjelang Hari Kemerdekaan

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bendera Merah Putih mulai menghiasi sudut-sudut Kota Denpasar.

Tak ingin ketinggalan, di momen menjelang hari kemerdekaan HUT RI ke-74, dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencari rezeki tambahan.

Memanfaatkan momen tersebut, tak sedikit dari mereka mendadak menjadi pedagang bendera musiman.

Jalanan di Kota Denpasar pun terlihat mulai dihiasi oleh para pedagang bendera musiman.

Ujang Ahmad, atau biasa dipanggil Kang Ujang salah satunya.

Lelaki asal Garut ini mengaku berjualan bendera menjelang hari kemerdekaan sudah turun temurun di keluarganya.

"Ini tahun ketiga saya berjualan bendera di Bali, Mbak. Ya memang turun temurun. Kalau kakak dan paman saya malah sejak tahun 2010 berjualan bendera juga di Bali," ungkapnya saat ditemui Tribun Bali, Jumat (2/8/2019).

Saat tak menjadi pedagang bendera musiman, Kang Ujang dalam kesehariannya adalah sebagai pedagang batagor di Jakarta.

Halaman
123
Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved