Tips Sehat untuk Anda

Pengobatan dan Pencegahan Kanker Paru Menurut Dr Saji

Dr Saji mengatakan pengobatan kanker paru disesuaikan dengan stadium yang dialami pasien

Pengobatan dan Pencegahan Kanker Paru Menurut Dr Saji
Alighahary
Ilustrasi kanker paru - Pengobatan dan Pencegahan Kanker Paru Menurut Dr Saji 

Pengobatan dan Pencegahan Kanker Paru Menurut Dr Saji

Laporan Wartawan Tribun Bali, M Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kabar duka datang dari Ichsan Yasin Limpo, mantan Bupati Gowa yang wafat setelah melawan kanker paru stadium 4 yang dideritanya, Selasa (30/7/2019).

Ia wafat di usia ke 56 saat sedang menjalani perawatan medis, di Juntendo University Hospital, Tokyo, Jepang.

Tribun Bali mencari informasi seputar kanker paru dari Dr I Gede Ketut Sajinadiyasa, Sp P D, K-P, FINASIM, salah satu dokter ahli internis konsulen penyakit paru di RSUP Sanglah.

Dr Saji mengatakan pengobatan kanker paru disesuaikan dengan stadium yang dialami pasien.

"Pengobatannya tergantung kita ketemunya pada fase berapa, kalau waktu stadium dini masih bisa dilakukan operasi, stadium dini itu kisaran 1 dan 2. Jadi kita angkat langsung paru yang ada tumornya," jelasnya.

"Kalau sudah stadium lanjut, antara 3b sampai 4. Itu pengobatannya bisa dengan kemoterapi, target terapi, imunoterapi, radiasi," tambahnya.

Ia mengungkapkan jarang menemukan pasien dengan stadium dini, kebanyakan pasien sudah didiagnosa stadium lanjut.

Seluruh Desa di Badung Wajib Punya TPST

2 Siswa SMAN 3 Denpasar Ikut Konferensi Riset di Barcelona

Oleh karenanya, Dr Saji lebih sering menangani pasien dengan pengobatan kemoterapi dan target terapi. Sama seperti pengobatan kemoterapi yang dilakukan oleh almarhum Ichsan di Juntendo University Hospital, Tokyo, Jepang.

Halaman
123
Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved