Sempat Pesta Arak, Pedagang Bendera Musiman di Klungkung Asal Garut Ditemukan Tewas di Kamar Kos

Suasana di sebuah rumah kos di gang II, Jalan Kartini, Klungkung, mendadak gempar, Jumat (2/8/2019) pagi.

Sempat Pesta Arak, Pedagang Bendera Musiman di Klungkung Asal Garut Ditemukan Tewas di Kamar Kos
dok Polres Klungkung
Petugas kepolisian ketika mengevakuasi tubuh Didin Alfat yang ditemukan meninggal dunia, di kamar kosnya di Gang II, Jalan Kartini, Semarapura, Klungkung, Jumat (2/8/2019).  

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Suasana di sebuah rumah kos di gang II, Jalan Kartini, Klungkung, mendadak gempar, Jumat (2/8/2019) pagi.

Seorang penghuni di kos tersebut, Didin Alfat (40) asal Garut, Jawa Barat ditemukan terbujur tak bernyawa di kamar kosnya.

Berdasarkan keterangan rekan-rekanya, semalam sebelum meninggal dunia Didin Alfat sempat pesta miras jenis arak.

Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Putu Gede Ardana menjelaskan, Didin Alfat merupakan pedagang bendera musiman yang kerap berjualan bendera setiap menjelang hari Kemerdekaan di Klungkung.

Ia bersama lima rekannya sesama dari Garut, tiba di Klungkung, Senin (29/7) lalu.

"Setiap tahun korban (Didin Alfat) ini memang berjualan bendera di Klungkung, bersama rekan-rekannya dari Garut. Mereka tinggal bersama di rumah kos, di Gang II Jalan Kartini," ungkap Ardana

Setelah tiba di Klungkung, Didin Alfat memang kerap mengeluh sakit kepala.

Rekan-rekanya pun sering melihat korban minum obat penghilang sakit kepala.

Senin (29/7) malam, korban dan rekan-rekannya berinisiatif untuk membeli sebotol miras jenis arak di seputaran Galiran.

"Korban dan rekan-rekannya minun arak sampai malam. Mereka baru selesai minum arak, sekitar pukul 23.00 Wita," jelas Ardana.

Setelah pesta miras, mereka lalu kembali ke kamar untuk beristirahat. Pagi harinya sekitar pukul 06.30 Wita, Didin Alfat ternyata tidak kunjung bangun.

Rekan-rekannya pun terus berusaha membangunkanya, namun Didin Alfat tetap terbujut. Ketika dipastikan oleh rekan-rekannya, ternyata Didin Alfat sudah tidak bernafas.

Lalu mereka melaporkan hal ini ke tuan rumah, untuk selanjutnya diteruskan ke Polres Klungkung.

" Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, dan sudah dalam keadaan meninggak dunia. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," jelas Ardana.

Berdasarkan keterangan rekan-rekannya, Didi Alfat kerap mengeluh sakit kepala. Sementara ia juga tengah beban, karena ibu di kampung halamannya tengah sakit. (*) 

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved