Tanggapi Cuitan Jokowi Soal Daerah Rawan Bencana, ForBali Minta Batalkan Megaproyek di Bali Selatan

Bagi ForBali pernyataan Presiden Jokowi adalah pernyataan positif yang sebetulnya ditunggu oleh seluruh rakyat yang berada di kawasan rawan bencana

Tanggapi Cuitan Jokowi Soal Daerah Rawan Bencana, ForBali Minta Batalkan Megaproyek di Bali Selatan
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Koordinator ForBali I Wayan 'Gendo' Suardana (tengah) bersama Direktur Walhi Bali I Made Juli Untung Pratama (kiri) dan Dewan Daerah Walhi Bali Suriadi Darmoko (kanan) menunjukkan surat yang dikirimkannya kepada Presiden Jokowi. Tanggapi Cuitan Jokowi Soal Daerah Rawan Bencana, ForBali Minta Batalkan Megaproyek di Bali Selatan 

Tanggapi Cuitan Jokowi Soal Daerah Rawan Bencana, ForBali Minta Batalkan Megaproyek di Bali Selatan

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pernyataan Presiden Joko Widodo pada Selasa (23/7/2019) lalu melalui akun Twitter-nya mendapat tanggapan dari Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBali).

“Indonesia berada di kawasan cincin api rawan bencana. Jadi, kalau di satu lokasi di daerah rawan gempa atau banjir, ya harus tegas disampaikan: jangan dibangun bandara, bendungan, perumahan. Lalu, pendidikan kebencanaan harus disampaikan secara masif kepada masyarakat," tulis Jokowi.

Pernyataan tersebut juga dilontarkan pada saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Istana Negara beberapa waktu lalu.

Bagi ForBali pernyataan Presiden Jokowi adalah pernyataan yang positif yang sebetulnya ditunggu oleh seluruh rakyat yang berada di kawasan rawan bencana, termasuk bagi ForBali yang sedang mengadvokasi di daerah Bali selatan, khususnya di Teluk Benoa dan sekitarnya.

“Ini merupakan pernyataan yang positif, pernyataan yang adaptif. Artinya pernyataan yang bisa beradaptasi dengan Indonesia yang merupakan negara yang terletak pada cincin api dan rawan bencana," ujar Koordinator ForBali Wayan 'Gendo' Suardana di Sekretariat Walhi Bali, Kamis (1/8/2019) kemarin.

"Maka penting bagi kami untuk merespons pernyataan dari Presiden Joko Widodo, untuk kami ForBali mengirimkan surat terbuka desakan penghentian megaproyek di kawasan rawan bencana Bali selatan kepada Presiden Joko Widodo pada hari ini, 1 Agustus 2019," imbuhnya.

Di dalam suratnya, ForBali menyampaikan bahwa Bali merupakan salah satu kawasan yang rawan terhadap bencana.

ForBali menyampaikan data dari Direktur Earth Observatory of Singapura Profesor Kerry Sieh, yang telah mempelajari megathrust dari sisi barat Sumatera dan turun melalui Jawa dan Bali.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved