Tersangka TPPU Harijanto Karjadi Ditangkap di Malaysia, Kini Ditahan di Polda Bali

Kasus penggelapan uang atau tindak pidana pencucian uang yang melibatkan tersangka atas nama Harijanto Karjadi dan Hartono Karjadi menemui babak baru

Tersangka TPPU Harijanto Karjadi Ditangkap di Malaysia, Kini Ditahan di Polda Bali
Tribun Bali/Rino Gale
Ditreskrimsus Polda Bali Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho saat ditemui di Ditreskrimsus Polda Bali, Jumat (2/8/2019). Tersangka TPPU Harijanto Karjadi Ditangkap di Malaysia, Kini Ditahan di Polda Bali 

Tersangka TPPU Harijanto Karjadi Ditangkap di Malaysia, Kini Ditahan di Polda Bali

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus penggelapan uang atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan tersangka atas nama Harijanto Karjadi dan Hartono Karjadi menemui babak baru.

Salah satu tersangka, Harijanto Karjadi berhasil diamankan di Bandara Malaysia, dan kini menjalani penahanan di Polda Bali. 

Hal ini dibenarkan Ditreskrimsus Polda Bali Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho. Dikatakan bahwa tersangka Harijanto Karjadi kini ditahan di Rutan Polda Bali.

Proses penangkapan dilakukan di Bandara Malaysia, dan tersangka dibawa ke Bandara Ngurah Rai pada Kamis (1/8/2019) sekitar pukul 03.15 Wita.

"Tersangka kini sudah ditahan dan diproses, barang bukti sudah cukup. Nanti kami lengkapi secepatnya lah untuk penyidikannya. Jadi tersangka ditangkap di Bandara Malaysia. Yang menangkap itu kepolisian dari Raja Malaysia. Sedangkan dari Polri anggota Interpol kan sudah kami terbitkan DPO untuk meminta bantuan kepada Interpol pusat dan berkoordinasi dengan kepolisian Malaysia. Yang pasti tersangka sudah diperiksa, ditahan di Rutan Polda Bali dan secepatnya penyerahan berkas," jelasnya saat ditemui di Ditreskrimsus Polda Bali, Jumat (2/8/2019).

Ia menegaskan, tersangka yang ditahan tersebut adalah adik dari Hartono Karjadi, tersangka kasus yang sama.

"Yang kami tahan ini Harijanto bukan Hartono. Tersangka Harijanto ini adik dari Hartono. Kan dua orang ini yang dilaporkan terkait kasus penggelapan," tegasnya.

Diketahui, kedua kakak beradik tersebut ditetapkan tersangka 20 Juli 2018 setelah dilaporkan Desrizal selaku kuasa hukum Tommy Winata, 27 Februari 2018 dalam kasus tindak pidana memberikan keterangan palsu dalam akta otentik atau penggelapan atau pencucian uang sebagaimana pasal 266 KUHP atau Pasal 372 KUHP.

(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved