Tips Sehat untuk Anda

Waspada! Perokok Aktif 24 Kali Lipat Berisiko Terkena Kanker Paru

Perokok aktif berisiko sampai 24 kali terkena kanker paru jika dibanding dengan perokok pasif

Waspada! Perokok Aktif 24 Kali Lipat Berisiko Terkena Kanker Paru
Shutterstock
Ilustrasi - Waspada! Perokok Aktif 24 Kali Lipat Berisiko Terkena Kanker Paru 

Waspada! Perokok Aktif 24 Kali Lipat Berisiko Terkena Kanker Paru

Laporan Wartawan Tribun Bali, M Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kanker paru merupakan yang paling berbahaya di antara kanker-kanker lain, hal itu diungkapkan langsung oleh Dr I Gede Ketut Sajinadiyasa, Sp P D,K-P, FINASIM, Kamis (1/8/2019).

"Perokok aktif berisiko sampai 24 kali terkena kanker paru jika dibanding dengan perokok pasif," ungkapnya.

Ia menepis stigma masyarakat yang mengatakan bahwa perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif.

"Itu tidak benar, jadi begini logikanya kalau orang yang merokok itu kan ia menghirup asap rokok baik yang ia hirup dari rokok dan asap yang ia keluarkan lagi dia hirup, kalau perokok pasif kan hanya menghirup udara bekas perokok saja," jelasnya.

dr I Gede Ketut Sajinadiyasa, Sp.P.D.,K-P, FINASIM saat ditemui Tribun Bali di Angsoka lantai IV, Selasa (30/7/2019). Dokter Sajinadiyasa memaparkan gejala kanker paru secara umum yakni, nyeri dada, batuk lama, batuk darah, sesak nafas, serta penurunan berat badan.
dr I Gede Ketut Sajinadiyasa, Sp.P.D.,K-P, FINASIM saat ditemui Tribun Bali di Angsoka lantai IV, Selasa (30/7/2019). Dokter Sajinadiyasa memaparkan gejala kanker paru secara umum yakni, nyeri dada, batuk lama, batuk darah, sesak nafas, serta penurunan berat badan. (Tribun Bali/M. Firdian Sani)

Ia mengatakan bahwa kanker paru dengan rokok memiliki hubungan yang erat. Walaupun banyak faktor penyebab kanker paru yang lainnya.

Gading Marten Akhirnya Bongkar Alasan Dibalik Tak Ingin Buat Gisel Dibenci Ini Penuturannya

Pengobatan dan Pencegahan Kanker Paru Menurut Dr Saji

"Kanker paru dan rokok itu memiliki keterkaitan 94 persen, tapi tidak menutup kemungkinan juga kanker paru dimotori oleh faktor gen dan gaya hidup," katanya.

Ia tidak berani memastikan bahwa rokok adalah penyebab tunggal dari timbulnya kanker paru.

Rokok bisa menjadi pemicu kanker karena di dalamnya tedapat banyak zat berbahaya, salah satunya ialah zat karsirogenik dan nitrosamin.

"Zat Itu yang kita hirup setiap hari sehingga membuat sel dan gen itu menjadi terangsang, sehingga terjadi mutasi gen dan terjadi kerusakan-kerusakan gen. Kalau terus-terusan dia terangsang oleh zat-zat berbahaya di dalam rokok itu, lambat laun sel akan berubah perangainya dari normal menjadi abnormal atau kanker," jelas Dr Saji.

Ia menyarankan untuk melakukan pemeriksaan awal agar kanker bisa terdeteksi sedini mungkin.

(*)

Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved