120 Unit Bantuan Bedah Rumah Belum Cair, Dinas Sosial Masih Lakukan Proses SPJ

Dari 300 unit bantuan bedah rumah di Tabanan yang diberikan Pemkab Badung, saat ini diklaim sudah dicairkan sebanyak 180 unit

120 Unit Bantuan Bedah Rumah Belum Cair, Dinas Sosial Masih Lakukan Proses SPJ
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta saat memberikan bantuan bedah rumah secara simbolis kepada salah satu penerima di Gedung I Ketut Maria, Tabanan, beberapa waktu lalu. 120 Unit Bantuan Bedah Rumah Belum Cair, Dinas Sosial Masih Lakukan Proses SPJ 

120 Unit Bantuan Bedah Rumah Belum Cair, Dinas Sosial Masih Lakukan Proses SPJ

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Dari 300 unit bantuan bedah rumah di Tabanan yang diberikan Pemkab Badung, saat ini diklaim sudah dicairkan sebanyak 180 unit (Paket) atau dengan total anggaran Rp 9 miliar.

Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan menyatakan sisa 120 unit masih dalam tahap pengajuan dan rencananya akan cair tahun 2019 ini juga. 

Menurut Kepala Bakeuda Tabanan, I Dewa Ayu Sri Budiarti, dana yang cair hingga saat ini senilai Rp 9 miliar, atau untuk bantuan 180 unit bedah rumah.

Pencairannya sudah direalisasikan dengan mengirim bantuan langsung ke rekening penerima. 

"Sudah ada yang cair sebagian yakni 180 dari 300 unit bantuan bedah rumah dari Pemkab Badung," ucap Sri Budiarti saat dikonfirmasi, Jumat (2/8/2019). 

Dia melanjutkan, jumlah paket yang cair tersebut sesuai dengan yang diajukan Dinas Sosial Tabanan sebelumnya. 

Sementara sisanya sebanyak 120 paket dengan nilai Rp 6 miliar sampai saat ini sedang proses pengajuan dari Dinas Sosial, dan ditarget akan cair tahun 2019 ini juga. 

"Sisanya, 120 paket itu sedang proses kelengkapan SPJ oleh Dinas Sosial. Dan target tahun ini sudah cair juga," katanya. 

Sebelumnya, Pemkab Badung memberikan bantuan bedah rumah kepada setiap kabupaten di Bali dalam program bedah rumah.

Jumlahnya pun berbeda-beda sesuai dengan hasil verifikasi data masing-masing kabupaten. Dan Tabanan mendapatkan jatah 300 unit dengan nilai total Rp 15 miliar.

Namun dalam perjalanannya atau proses pencairannya, sempat menemukan kendala yang disebabkan oleh data yang diajukan tidak valid.

Sehingga, Dinas Sosial kembali harus melakukan verifikasi lapangan. Ketika verifikasi sudah selesai ternyata proses pencarian juga memakan waktu lama.

Bahkan beberapa warga penerima ada yang mulai membangun rumah dengan dana swadaya.

(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved