Kronologi Dugaan Penganiayaan Bocah di Karangasem Oleh Ayah Kandungnya Hingga Patah Kaki

Bocah laki-laki berinisial PSM usia berusia 11 tahun diduga menjadi korban KDRT yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendii.

Kronologi Dugaan Penganiayaan Bocah di Karangasem Oleh Ayah Kandungnya Hingga Patah Kaki
Tribun Lampung
Ilustrasi penganiayaan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -Bocah laki-laki berinisial PSM usia berusia 11 tahun asal Manggis, Karangasem diduga menjadi korban KDRT yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri, IKA (33).

Adapun kasus ini telah diketahui oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Bali dan sudah dilaporkan ke Polres Karangasem, Jumat (26/7/2019) lalu.

Sekretaris LPA Provinsi Bali sekaligus pendamping korban, Titik Suhariati dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Dinas Sosial Provinsi Bali, Jalan Cok Agung Tresna, Jumat (2/8/2019) menceritakan insiden dugaan kekerasan tersebut terjadi saat Hari Raya Galungan (24/7/2019) sekitar pukul 14.00 Wita di dalam rumah pelaku, IKA.

Kejadian bermula ketika anak ketiga pelaku menangis, ibunya mengira hanya mengantuk kemudian digendong.

Karena tak kunjung diam dan tetap menangis, pelaku IKA kemudian emosi lalu diduga memukul anak ketiganya tersebut.

"Karena saat digendong anaknya enggak diam, bapaknya memukul," ujarnya.

Anak kedua pelaku yang saat itu tengah menyapu pun turut menjadi sasaran.

Tak berhenti sampai di situ, anak pertama pelaku, PSM yang saat itu menuju meja makan pun ikut menjadi sasaran kemarahan ayahnya.

Tak hanya itu, PSM juga dianiaya di bagian tubuhnya yang lain mulai kepala, perut hingga telinga.

Seperti yang diketahui, PSM (11) adalah anak dengan fisik normal tetapi karena diduga sering dipukul kakinya hingga menjadi cacat hampir 5 tahun.

Halaman
123
Penulis: Noviana Windri
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved