Pembebasan Lahan Shortcut IV Kenai Merajan, Proyek Kekurangan Anggaran karena Nilai Appraisal Tinggi

Tahap pembebasan lahan yang dilakukan Satker BPJN Wilayah VIII untuk rencana pembangunan shortcut ke IV belum juga tuntas

Pembebasan Lahan Shortcut IV Kenai Merajan, Proyek Kekurangan Anggaran karena Nilai Appraisal Tinggi
Harian Kompas/Priyombodo
Ilustrasi pembangunan jalan - Pembebasan Lahan Shortcut IV Kenai Merajan, Proyek Kekurangan Anggaran karena Nilai Appraisal Tinggi 

Pembebasan Lahan Shortcut IV Kenai Merajan, Proyek Kekurangan Anggaran karena Nilai Appraisal Tinggi

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Tahap pembebasan lahan yang dilakukan Satker BPJN Wilayah VIII untuk rencana pembangunan shortcut ke IV yang menghubungkan Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg dengan Desa Antosari, Selemadeg Barat, Tabanan, Bali, belum juga tuntas.

Hingga saat ini, proses negosiasi harga masih terus dilakukan. Ini karena adanya merajan warga yang terdampak pembangunan sehingga harus menghitung berapa biaya yang harus dibayarkan.

"Masih dilaksanakan negosiasi terkait harga lahan di lokasi," kata Kabag Tapem (Tata Pemerintahan) Setda Tabanan, I Wayan Yelada, Jumat (2/8/2019).

Ia  melanjutkan, proses negosiasi berjalan cukup lama lantaran adanya tempat suci seperti merajan milik warga yang terdampak pembangunan jalan.

Sehingga segala halnya harus diperhitungkan mulai dari harga tanah, bangunan tempat suci hingga upakara nanti.

"Selain itu, informasi dari Satker juga harga lahan di sana (lokasi) diluar dugaan. Ternyata nilai appraisal tinggi sehingga kekurangan anggaran. Selain itu juga ada terdampak tempat suci sehingga beberapa hal harus diperhitungkan seperti biaya upacaranya nanti,” imbuhnya.

Hingga saat ini, kata dia, pembebasan lahan di bagian timur atau wilayah Kecamatan Selemadeg sudah selesai dilakukan, sedangkan di bagian barat atau Kecamatan Selemadeg Barat masih negosiasi.

"Yang jelas masih negosiasi, kami di Pemkab terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi," tandasnya.

Untuk diketahui, pembangunanan jembatan shortcut (jalan pintas) ke IV yang akan menghubungkan antara Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg dengan Desa Antosari, Selemadeg Barat sudah mulai memasuki babak baru setelah sempat diwacanakan sejak 2016 lalu.

Tahun 2019 ini akan dimulai dengan proses pembebasan lahan. Jembatan ini akan memiliki panjang 600 meter dengan lebar sekitar 16 meter ini direncanakan mulai berjalan tahun 2019.

Sebanyak 12 warga di dua desa yakni Desa Bajera dan Desa Antosari terdampak proyek ini. Lahan warga yang kena yaitu perkebunan, toko, merajan dan lahan kosong.

(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved