Putu Eka Rela Bayar Rp 300 Ribu Demi Jualan Sayur Seharga Rp 5 Ribu di Lapangan Puputan

Lapangan Puputan Badung merupakan satu di antara tempat "rekreasi" warga Denpasar untuk menghilangkan kejenuhan.

Putu Eka Rela Bayar Rp 300 Ribu Demi Jualan Sayur Seharga Rp 5 Ribu  di Lapangan Puputan
TRIBUN BALI/M. FIRDIAN SANI
Putu Eka bersama Ibundanya, Desak berjualan di dekat Pura Agung Jagatnatha, Denpasar, Bali, Sabtu (3/8/2019). 

Putu Eka Rela Bayar Rp 300 Ribu Demi Jualan di Lapangan Puputan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Lapangan Puputan Badung merupakan satu di antara tempat rekreasi warga Denpasar untuk menghilangkan kejenuhan.

Lapangan itu biasanya dimanfaatkan warga untuk berolahraga, nongkrong, dan kumpul komunitas. Itu yang membuat Lapangan Puputan Badung selalu ada pengunjung.

Hal itu dimanfaatkan sebagian orang untuk berbisnis. Seperti Putu Eka yang berjualan di pinggir bibir lapangan, tepatnya di depan Pura Agung Jagatnatha.

Iseng dan Menghibur, Ini Tujuan Utama Pemuda Banjar Wangaya Kelod dan Titih Pamerkan Barong Bangkung

Bandara Soekarno-Hatta Dalam Riset, Delay Tertinggi di Seluruh Dunia

Saldo Rp 0, Pria Ini Bisa Transkasi Hingga Rp 1,7 Miliar dari ATM Milik Bank BUMN

Ia sudah lima tahun berjualan, ia menjual sate, lontog, dan sayur.

"Saya jual dengan harga Rp 15 ribu, itu sudah dengan lontong. Kalau sayur Rp 5 ribu," kata Putu.

Ia mengungkapkan bahwa jika ingin berjualan di Lapangan Puputan maka harus membayar Retribusi sebesar Rp 300 ribu.

Ia biasanya berjualan dari pukul 07.30 sampai malam, tergantung kapan habisnya. (*)

Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved