Bayar Rp 200 Ribu Dapat Swing dan Mencicipi Kopi Bali

Kini Celuk tidak hanya terkenal menjadi pusat perhiasan perak, emas dan sebagainya

Bayar Rp 200 Ribu Dapat Swing dan Mencicipi Kopi Bali
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Bayar Rp 200 Ribu Dapat Swing dan Mencicipi Kopi Bali 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Kini Celuk tidak hanya terkenal menjadi pusat perhiasan perak, emas dan sebagainya. Pasalnya beberapa wisata agro tourism, mulai menjajakan wahana menarik di Celuk, Gianyar. Salah satunya Celuk Swing, yang menawarkan destinasi wisata kebun kopi hingga ayunan dengan pemandangan lembah dan sungai nan alami.

Gusti Ngurah Putra, Owner Celuk Swing, menjelaskan destinasi ini sudah ada sejak 3 bulan lalu. “Dulu sebenarnya sempat mau ditutup, karena cost operasionalnya tidak nutupi. Tapi akhirnya kami pertahankan dengan tambahan objek wisata ini,” katanya kepada Tribun Bali, Rabu (4/8). Ia melihat peluang wisata selfi, sehingga membuat ayunan dengan tali memanjang di pohon kelapa dan memberikan pemandangan lembah serta sungai.

Awalnya, beberapa tahun lalu lokasi ini menjadi destinasi wisata kopi luwak dengan kebun-kebun di dalamnya. Ada juga toko yang menjajakan berbagai macam kopi dan teh di dalam kebun tersebut. “Awalnya kan kopi luwak di Kintamani, saya dulunya kan bawa tamu juga ke sana. Ketika tamu tertarik melihat perkebunan kopi saya melihat peluang,” katanya. Namun tak dinyana, dengan wisata Kopi Luwak saja ternyata tak terlalu membuahkan hasil.

Untuk itu, kini ia merambah dan menambah destinasi ayunan sebagai pemantik daya tarik tempat ini. Swing ini dibanderol Rp 200 ribu untuk wisatawan mancanegara (wisman). Harga ini sudah termasuk asuransi keselamatan, serta mencicipi 12 macam minuman kopi dan teh. “Banyak wisman Eropa yang tertarik dan ayunan ke sini,” sebutnya. Rata-rata ia kedatangan tamu lebih dari 20 mobil per hari dengan isian sekitar 2-3 orang per mobil.

Harapannya ke depan, pariwisata Bali bisa lebih baik. Apalagi pukulan pasca erupsi Gunung Agung juga sangat dirasakannya. “Ya harapannya pemerintah lebih gencar mempromosikan, biar cepat ditanggapi negara luar dan wisman kembali datang,” katanya. Selama ini promosi dilakukan dari mulut ke mulut, termasuk kerjasama dengan travel agent. Ia pun berharap kedatangan tamu 2019 ini bisa naik 100 persen. Apalagi konsep awal usaha ini, kata dia, juga untuk membantu warga sekitarnya dalam penyediaan lapangan kerja. Lanjut pria asli Sidemen, Karangasem ini, ke depannya akan dibuatkan sarang burung untuk menambah destinasi menjadi menarik. (ask)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved