Ekspor Bali Menurun (-) 44,93 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat ekspor Bali pada Juni 2019 mencapai 32.569.033 dolar

Ekspor Bali Menurun (-) 44,93 Persen
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Kepala BPS Provinsi Bali Adi Nugroho saat ditemui di kantornya, Senin (1/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat ekspor Bali pada Juni 2019 mencapai 32.569.033 dolar, menurun sedalam (-) 44,93 persen dibandingkan Mei 2019 (mtm).

Sementara nilai Impor Bali Juni 2019 mencapai 17.319.541 dolar, yang juga mengalami penurunan sedalam (-) 21,89 persen (mtm). Neraca perdagangan Provinsi Bali bulan Juni 2019 surplus  15.249.492 dolar.

“Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor utama di Juni 2019, dengan persentase ekspor mencapai 31,51 persen. Sementara, Hongkong merupakan negara asal impor Provinsi Bali utama pada Juni 2019, dengan persentase impor mencapai 29,81 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Bali, Adi Nugroho, dalam rilis yang diterima Tribun Bali, Minggu (4/8).

Dari sisi komoditas, ekspor utama Provinsi Bali bulan Juni 2019 berupa produk ikan dan udang. Sementara impor utama Provinsi Bali bulan Juni 2019 berupa produk mesin dan peralatan listrik.

“Secara kumulatif ekspor barang asal Bali periode Januari– Juni 2019 mencapai 299.308.624 dolar, nilai ini mengalami peningkatan 4,56 persen dibandingkan keadaan tahun 2018 (yoy) tercatat mencapai 286.259.679 dolar,” katanya. Sementara kumulatif impor barang ke Provinsi Bali periode Januari – Juni 2019 mencapai 119.812.602,  meningkat setinggi 46,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018 (yoy) mencapai 81.861.996 dolar.  

Penurunan ekspor bulan Juni 2019 (mtm) dominan disebabkan menurunnya ekspor ke Amerika Serikat sebesar (-) 41,48 persen, terutama disebabkan turunnya ekspor produk pakaian jadi bukan rajutan. Selain Amerika Serikat, tujuan Australia juga mengalami penurunan (-) 60,74 persen, terutama disebabkan turunnya ekspor produk perhiasan/permata. “Dari sepuluh negara pangsa ekspor Provinsi Bali di bulan Juni 2019, seluruhnya mengalami penurunan dibandingkan Mei 2019 (mtm), dengan penurunan terdalam tercatat pada tujuan Australia (-) 60,74 persen, yang didominasi turunnya ekspor produk perhiasan/permata,” katanya.

Sementara itu, jika dibandingkan Juni 2018 (yoy), penurunan terdalam dicapai oleh tujuan Hongkong sedalam (-) 19,06 persen, yang didominasi turunnya ekspor produk ikan dan udang. Kondisi yang sama juga terjadi pada impor Provinsi Bali bulan Juni 2019, menurun sedalam (-) 21,89 persen jika dibandingkan Mei 2019 (mtm). Namun, jika dibandingkan Juni 2018 (yoy), nilai impor justru mengalami peningkatan setinggi  53,12 persen. “Penurunan impor secara month to month dominan disebabkan menurunnya impor dari Hongkong sebesar (-)26,47 persen berupa produk lonceng, arloji dan bagiannya,” imbuhnya.

Dari sepuluh negara asal impor utama di bulan Juni 2019, tujuh negara impor mengalami penurunan jika dibandingkan Mei 2019 (mtm), dengan penurunan terdalam tercatat pada impor asal negara Jerman sedalam (-)51,52 persen, dominan disebabkan turunnya impor produk perhiasan/permata. Kondisi berbeda justru ditunjukkan oleh impor asal negara Taiwan, yang justru meningkat hingga ratusan persen didominasi oleh produk plastik, dan barang dari plastik. (ask)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved