Empat Ruas Jalan Ditutup Total Saat Bulfest, Dishub Siapkan Angkutan Gratis ke Areal Festival

Helatan akbar Buleleng Festival (Bulfest) kembali dilaksanakan, terhitung sejak Selasa (6/8/2019) hingga Sabtu (10/8/2019).

Empat Ruas Jalan Ditutup Total Saat Bulfest, Dishub Siapkan Angkutan Gratis ke Areal Festival
Tribun Bali/Ratu Ayu
Kepala Dishub Buleleng, Gede Gunawan AP 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Helatan akbar Buleleng Festival (Bulfest) kembali dilaksanakan, terhitung sejak Selasa (6/8/2019) hingga Sabtu (10/8/2019). Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng pun bakal menutup secara total empat ruas jalan.

Dikonfirmasi Minggu (4/8/2019), Kepala Dishub Buleleng, Gede Gunawan AP mengatakan, ruas-ruas jalan yang ditutup total diantaranya Jalan Veteran, Ngurah Rai, Pahlawan dan Bisma.

Mengingat lokasi Bulfest berada dekat dengan RSUD Buleleng, Bali Med dan BROS, maka bagi ambulans yang bersifat emergency akan dikawal oleh petugas Dishub Buleleng. Sementara untuk truk-truk, akan diarahkan melintas di jalan Gajah Mada Utara dan Ahmad Yani.

"Dalam rangkaian Bulfest dan gerak jalan, kami juga sudah mengimbau para sopir truk melalui kepala terminal agar tidak melaksanakan aktivitas di jam-jam pelaksanaan kegiatan. Kami akan mengerahkan sebanyak 40 petugas yang standby di delapan titik ruas jalan yang ditutup total, dan tujuh titik yang buka tutup," terangnya.

Sementara untuk arus dari Denpasar, bila tujuannya ke Kecamatan Seririt dan Kecamatan Gerokgak, maka para pengendara akan direkomendasikan mengambil jalur Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada.

Sementara bagi yang ingin menuju Kecamatan Tejakula akan diarahkan melewati Desa Lemukih, Kecamatan Sawan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, mengingat ada beberapa ruas jalan yang ditutup, maka pemerintah daerah akan menyiapkan angkutan gratis bagi masyarakat yang hendak menuju ke acara Bulfest.

Hanya saja sebut Gunawan, tahun ini anggaran angkutan gratis tidak lagi diambil dari pihak ke tiga, melainkan dari APBD melalui DPA Dinas Perhubungan sebesar Rp 30 juta.

Jumlah angkutannya sebanyak 60 unit, dimana masing-masinf angkutan didanai sebesar Rp 500 ribu untuk lima hari.

Untuk memberikan rasa nyaman kepada penumpang, Dishub Buleleng pun akan melakukan pemeriksaan ketat terhadap kondisi kelayakan dan kelaikan angkutan umum tersebut. 

Pemeriksaan dimulai dari administrasi kendaraan seperti SIM A, dan STNK, serta KIR. Angkutan-angkutan itu nantinya standby di terminal Sukasada, Penarukan dan Banyuasri.

Sementara kantong-kantong parkir, akan diambil alih oleh desa adat. Dimana tarifnya, khusus bagi kendaraan roda dua sebesar Rp 1.000, dan kendaraan roda empat Rp 2.000. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved