Kementerian Kucurkan Bantuan Rp 7 Miliar untuk Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi Lokal

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia mengucurkan bantuan sebesar Rp 7 miliar untuk Buleleng

Kementerian Kucurkan Bantuan Rp 7 Miliar untuk Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi Lokal
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani/Prima
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Buleleng, Made Subur. Kementerian Kucurkan Bantuan Rp 7 Miliar untuk Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi Lokal 

Kementerian Kucurkan Bantuan Rp 7 Miliar untuk Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi Lokal

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia mengucurkan bantuan sebesar Rp 7 miliar.

Dana tersebut bakal dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk membangun infrastruktur di pedesaan, serta pengembangan ekonomi lokal.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Buleleng, Made Subur dikonfirmasi Minggu (4/8/2019), mengatakan sesuai kajian teknis, bantuan akan dipilah menjadi dua bentuk, yakni pembangunan infrastruktur pendukung desa wisata, dan mendukung pengembangan ekonomi lokal.

Khusus pembangunan infrastruktur, salah satunya adalah pengembangan Taman Wisata Alam Danau Buyan, yang ada di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali. Bantuan tersebut sudah direalisasikan beberapa waktu lalu.

"Di Danau Buyan itu nantinya dibangun gazebo, penataan jogging track, dan pemasangan lampu penerang jalan. Buyan kami kembangkan karena dapat memberikan peran positif untuk pembangunan ekonomi masyarakat di sana," terang Subur.

Selain Danau Buyan, pembangunan infrastruktur juga dilakukan untuk mengembangkan desa wisata Bali Aga (Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa dan Banyuseri), dengan kucuran dana sebesar Rp 1,5 miliar.

Dijelaskan Subur, selama ini kelompok masyarakat di Bali Aga sudah banyak berperan aktif mengembangkan wisata di desa tersebut, hingga mampu mendatangkan banyak wisata asing.

Bantuan tersebut, sebut Subur, akan dimanfaatkan untuk membangun homestay, dan tempat pameran aneka produk kerajinan dan olahan makanan.

"Kami juga mengalokasikan bantuan dari kementerian itu untuk pengembangan produk olahan kopi arabika di Desa Wanagiri senilai Rp 1,5 miliar. Kemudian untuk Desa Sambangan juga dapat Rp 1.5 miliar, karena kelompok petaninya saat ini sudah mulai merintis teknik pertanian hidroponik," jelasnya.

Selain desa-desa tersebut, Dinas PMD juga mendistribusikan bantuan tersebut ke kecamatan, agar program inovasi dari masing-masing desa cepat terealisasi.

"Sehingga pengembangan ekonomi lokal yang digulirkan kementerian dapat berkembang, sesuai konsep pembangunan nasional, membangun Indonesia dari pinggiran," tuturnya.

(*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved